Gen Z Jawa Timur Butuh Arah, Perindo Dorong Program Magang Jadi Jembatan ke Dunia Kerja

Ihya Ulumuddin
Partai Perindo Jatim mendorong optimalisasi program magang bagi Gen Z dan lulusan SMA/SMK untuk menekan pengangguran serta memperkuat ekonomi daerah. Foto Ihya

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan generasi muda Jawa Timur untuk mendapatkan pekerjaan yang layak masih menghadapi jalan terjal. Di tengah semangat mereka menyongsong masa depan, kenyataan di lapangan menunjukkan tidak semua lulusan siap menghadapi dunia kerja.

Melihat kondisi ini, Partai Perindo melalui DPW Jawa Timur menaruh perhatian serius pada peningkatan keterampilan generasi milenial dan Gen Z. Salah satu langkah yang dinilai konkret adalah mendorong optimalisasi program magang, khususnya bagi pelajar SMA/SMK sederajat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 mencapai 3,88 persen atau setara sekitar 960,7 ribu orang. Angka ini menjadi cerminan bahwa lulusan sekolah menengah masih menghadapi tantangan besar untuk terserap di dunia kerja sesuai keahlian.


Partai Perindo Jatim mendorong optimalisasi program magang bagi Gen Z dan lulusan SMA/SMK untuk menekan pengangguran serta memperkuat ekonomi daerah. Foto Ihya

Ketua DPW Perindo Jatim, Ahmad Zazuli, menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut. Ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menghidupkan kembali program magang secara lebih terstruktur dan menyasar lebih luas, termasuk bagi anak-anak yang putus sekolah.

Menurutnya, masa liburan sekolah bisa menjadi momentum strategis untuk mengenalkan dunia kerja sejak dini. “Program magang bisa dimanfaatkan saat liburan, sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan langsung lingkungan kerja,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Cak Jaz itu menekankan, pengalaman lapangan sangat penting untuk membangun kepercayaan diri generasi muda. Tidak sedikit lulusan yang merasa kebingungan saat pertama kali terjun ke dunia kerja karena minim pengalaman praktis.

Lebih jauh, ia juga mengajak pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan perusahaan swasta maupun BUMD. Keterlibatan dunia usaha dinilai krusial agar program magang tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana pembentukan tenaga kerja siap pakai.

“Bukan hanya meningkatkan keterampilan, program ini juga bisa menekan kenakalan remaja, membuka peluang kerja, hingga membantu pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, Perindo tetap optimistis Jawa Timur mampu menjaga stabilitas ekonominya. Kuncinya, menurut Zazuli, terletak pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Ia menambahkan, partainya juga terus berkomitmen mendukung sektor riil seperti UMKM, petani, dan nelayan agar tetap produktif di tengah berbagai tantangan.

Bagi banyak anak muda di Jawa Timur, program magang bukan sekadar kegiatan tambahan. Lebih dari itu, ia bisa menjadi pintu pertama untuk meraih masa depan—membuka jalan dari ruang kelas menuju dunia kerja yang sesungguhnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network