SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, secercah kabar menenangkan datang bagi masyarakat Indonesia. Pemerintah memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026.
Kepastian ini menjadi angin segar, terutama bagi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada stabilitas harga energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Dari pengemudi ojek hingga pelaku usaha mikro, keputusan ini memberi ruang bernapas di tengah tekanan biaya hidup.
Melalui PT Pertamina Patra Niaga, pemerintah menegaskan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi. Tidak hanya itu, distribusi energi juga dijaga agar tetap lancar hingga ke berbagai wilayah, termasuk daerah yang selama ini kerap mengalami kendala pasokan.
Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari memperkuat koordinasi dengan pemasok, mengoptimalkan rantai distribusi, hingga memastikan pengelolaan stok berjalan secara terukur. Semua upaya ini dilakukan agar masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan BBM.
Dalam pertemuan antara jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Menurutnya, menjaga ketenangan dan menggunakan energi secara bijak merupakan bagian penting dalam menghadapi situasi global yang belum sepenuhnya stabil. Ia menekankan bahwa krisis global memang memberi dampak hingga ke daerah, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk menjaga keseimbangan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
