Senada dengan hal tersebut, Executive General Manager Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, memastikan bahwa distribusi BBM akan terus berjalan normal. Ia menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
“Kami memastikan distribusi energi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang bisa memicu kepanikan,” ujarnya.
Di lapangan, pengawasan distribusi dilakukan secara rutin. Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait guna memastikan pasokan BBM tetap tersedia secara merata.
Bagi masyarakat, kondisi ini menjadi pengingat bahwa menjaga ketahanan energi bukan hanya tugas pemerintah atau perusahaan, tetapi juga tanggung jawab bersama. Menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Pertamina pun mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi energi serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Dengan begitu, potensi kesalahpahaman hingga kepanikan dapat dihindari.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan ketersediaan energi nasional tetap terjaga. Stabilitas ini bukan hanya penting untuk kelancaran aktivitas harian, tetapi juga menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di masa mendatang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
