SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Cara generasi muda Indonesia mengelola uang kini mulai berubah. Jika dulu menabung menjadi pilihan utama, kini investasi justru semakin diminati, terutama di kalangan milenial dan Gen Z.
Salah satu instrumen yang paling banyak dilirik adalah Reksa Dana. Produk investasi ini dinilai lebih ramah bagi pemula karena mudah diakses, fleksibel, serta bisa dimulai dengan modal yang relatif kecil.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Data industri pasar modal menunjukkan, hingga akhir 2025 jumlah investor Reksa Dana di Indonesia telah mencapai 19,2 juta Single Investor Identification (SID). Menariknya, lebih dari separuhnya atau sekitar 54,24 persen berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa literasi keuangan yang digencarkan pemerintah dan pelaku industri mulai membuahkan hasil.
Melihat perkembangan tersebut, pelaku industri bersama regulator terus memperluas edukasi finansial. Salah satunya melalui kampanye #ReksaDanaAja dan program PINTAR Reksa Dana yang dikemas dalam rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026, dengan Surabaya sebagai kota pembuka.
Bagi generasi muda yang baru belajar mengatur keuangan, Reksa Dana dianggap sebagai pintu masuk yang ideal. Selain tidak memerlukan dana besar, investor juga tidak dituntut memahami analisis pasar secara mendalam karena pengelolaan dilakukan oleh manajer investasi profesional.
Tak hanya itu, Reksa Dana juga menawarkan beragam pilihan sesuai profil risiko, mulai dari konservatif hingga agresif, serta kemudahan pencairan dana saat dibutuhkan.
Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia, Lolita Lilana, menegaskan bahwa pendekatan edukasi kini lebih difokuskan pada anak muda, termasuk mahasiswa dan jurnalis.
“Investasi tidak lagi harus dianggap rumit atau eksklusif. Melalui kampanye ini, kami ingin generasi muda memahami bahwa investasi bisa dimulai secara sederhana dan relevan dengan gaya hidup mereka,” ujarnya.
Dalam roadshow tersebut, APRDI menggelar berbagai kegiatan edukatif di kampus, mulai dari kelas investasi hingga kompetisi kreatif seperti lomba penulisan artikel dan konten Instagram Reels.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menyesuaikan dengan kebiasaan digital generasi muda yang akrab dengan media sosial.
Kegiatan edukasi di Surabaya sendiri berlangsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Timur serta sejumlah kampus ternama, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Internasional Semen Indonesia.
Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari, mengingatkan bahwa peningkatan jumlah investor muda harus dibarengi pemahaman risiko yang memadai.
Sepanjang 2025, transaksi Reksa Dana di Jawa Timur tercatat mencapai Rp4,96 triliun, tumbuh 54,60 persen secara tahunan. Sementara jumlah investor ritel meningkat menjadi sekitar 141.861 SID atau naik 13,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Literasi menjadi kunci agar generasi muda tidak sekadar ikut tren, tetapi benar-benar memahami tujuan dan risiko investasinya,” jelasnya.
Sebagai langkah lanjutan, industri investasi bersama OJK akan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada 27 April 2026 di Bursa Efek Indonesia.
Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional, M. Maulana, menjelaskan program ini dirancang untuk membangun kebiasaan investasi yang disiplin sejak dini.
“Melalui sistem investasi berkala, masyarakat bisa mulai berinvestasi secara konsisten tanpa harus menunggu dana besar,” ujarnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap Reksa Dana juga tercermin dari pertumbuhan dana kelolaan yang mencapai Rp679,24 triliun pada akhir 2025, meningkat lebih dari 35 persen secara tahunan.
Ke depan, edukasi yang masif diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya gemar menabung, tetapi juga cerdas mengembangkan aset.
Reksa Dana pun tak lagi sekadar produk keuangan, melainkan mulai menjadi bagian dari gaya hidup finansial generasi muda—menuju masa depan yang lebih stabil dan terencana.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
