Armuji Sentil Dinsos soal Penanganan Kasus Anak Disabilitas Meninggal Diduga Dirundung

Andika
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendatangi rumah orang tua anak penyandang disabilitas yang meninggal dunia diduga akibat perundungan. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendatangi rumah orang tua anak penyandang disabilitas yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban perundungan. 

Dalam kunjungan tersebut, Armuji meminta Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat menangani persoalan yang dialami keluarga korban.

Armuji mempertanyakan lambannya penanganan dan meminta instansi terkait segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, keluarga korban membutuhkan perhatian dan pendampingan tanpa harus menunggu terlalu lama. “Dinsos ojok suwe-suwe, mosok ngene ae ngenteni sak wulan,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Kasus meninggalnya anak penyandang disabilitas tersebut menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan kekerasan terhadap korban. Korban disebut mengalami perlakuan berupa jeratan tali hingga wajahnya membiru. Namun, rangkaian kejadian dan penyebab pasti kematian masih dalam proses penyelidikan.

Dua anak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut masih berusia di bawah umur. Salah satunya disebut berusia 8 tahun sehingga penanganan perkara harus memperhatikan ketentuan hukum mengenai anak yang berhadapan dengan hukum.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah melakukan penyelidikan atas meninggalnya anak penyandang disabilitas tersebut. Polisi memeriksa dua anak yang diduga terlibat untuk mendalami kronologi kejadian dan memastikan penyebab kematian korban.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, penanganan perkara melibatkan sejumlah pihak, antara lain Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Balai Pemasyarakatan Kelas I Surabaya, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga terjadi pada 12 September 2026. Saat itu, korban sedang bermain sebelum didatangi dua anak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memastikan tindakan yang terjadi dan kaitannya dengan kematian korban.

Setelah menerima laporan, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan serangkaian penyelidikan. Polisi juga mendatangi Rumah Sakit Eka Candrarini untuk memastikan kondisi korban. Namun, setibanya di rumah sakit, korban diketahui telah meninggal dunia.

“Anak korban sudah dibawa ke sana dan ternyata sudah meninggal dunia,” kata Luthfie saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (18/10/2026).

Untuk mengungkap penyebab kematian, penyidik mengambil sampel darah dan lambung korban untuk pemeriksaan toksikologi oleh Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan psikologi terhadap salah satu anak yang diduga terlibat serta asesmen dari pekerja sosial.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network