SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Performa tim muda Persida U-13 terus menunjukkan grafik positif di ajang Piala Soeratin. Dalam laga uji coba terbaru, skuad binaan Miftachul Huda tampil percaya diri dan berhasil menaklukkan SMPN 2 Sidoarjo dengan skor meyakinkan 2-0.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor. Di balik hasil tersebut, tersimpan cerita tentang kerja keras, keberanian, dan perkembangan pesat para pemain muda yang terus ditempa di lapangan.
Menghadapi lawan yang secara usia lebih matang, para pemain Persida U-13 justru tampil tanpa rasa gentar. Mereka mampu mengontrol permainan dengan baik, membangun serangan terstruktur, serta menunjukkan ketenangan saat berada di bawah tekanan. Transisi dari bertahan ke menyerang berjalan rapi, sementara lini belakang tampil disiplin menjaga keunggulan.
Dua gol yang tercipta menjadi gambaran efektivitas permainan mereka. Bukan hanya soal teknik, tetapi juga kepercayaan diri yang mulai tumbuh dalam diri para pemain muda tersebut.
Pelatih Miftachul Huda mengakui adanya peningkatan signifikan dalam pola bermain anak asuhnya. Ia menilai para pemain mulai memahami arti kolektivitas di atas lapangan.
“Progres anak-anak sangat terlihat. Mereka mulai paham bagaimana bermain sebagai tim, bukan hanya individu. Meski menghadapi pemain yang usianya di atas, mental dan keberanian mereka patut diapresiasi,” ujarnya.
Namun, di balik penampilan yang menjanjikan, terselip persoalan yang belum terselesaikan. Minimnya dukungan dari sisi pengelolaan dan fasilitas masih menjadi tantangan yang dihadapi tim ini.
Ketua Bidang Pembinaan Usia Dini, Achmad Sho’iril, menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki tim ini membutuhkan perhatian serius agar tidak terbuang sia-sia.
“Tim ini punya potensi besar. Kalau dikelola dengan serius, saya yakin mereka bisa bersaing di level yang lebih tinggi. Tapi tentu harus ada dukungan nyata, baik dari sisi program pembinaan maupun fasilitas,” tegasnya.
Situasi ini menjadi ironi tersendiri. Di satu sisi, para pemain muda menunjukkan semangat dan kualitas yang layak diperhitungkan. Di sisi lain, dukungan yang seharusnya menjadi fondasi justru belum optimal.
Jika tidak segera ditangani, momentum kebangkitan ini berisiko memudar. Padahal, dengan pembinaan yang tepat dan manajemen yang profesional, bukan tidak mungkin Persida U-13 mampu menjadi kekuatan baru di kancah sepak bola usia dini nasional.
Kini, para pemain sudah membuktikan diri di lapangan. Pertanyaannya tinggal satu: apakah dukungan akan datang tepat waktu, atau mimpi mereka kembali tertunda?
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
