SUMENEP, iNewsSurabaya.id – Inovasi menarik dilakukan Lapas Kelas III Arjasa di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tak hanya fokus pada pembinaan keterampilan narapidana di dalam lapas, kini perhatian juga diarahkan kepada keluarga warga binaan melalui pemberian bantuan gerobak usaha.
Program ini menjadi langkah konkret untuk membantu keluarga narapidana tetap produktif dan mandiri secara ekonomi, meski harus menjalani kehidupan tanpa tulang punggung keluarga di rumah.
Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Ristanto Rachmad Hidayat, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga warga binaan.
“Kami ingin keluarga warga binaan juga mengalami peningkatan secara ekonomi. Dengan gerobak usaha ini, mereka bisa memulai usaha kecil dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Bantuan gerobak usaha tersebut disalurkan bertepatan dengan momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62. Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi sosial yang mencerminkan kepedulian lembaga pemasyarakatan terhadap kondisi sosial keluarga warga binaan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh petugas Lapas Arjasa kepada para penerima. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam momen tersebut, mencerminkan pendekatan humanis yang terus dikedepankan oleh jajaran pemasyarakatan.
Menurut Ristanto, gerobak usaha ini diharapkan menjadi sarana awal bagi keluarga untuk membuka atau mengembangkan usaha kecil. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh tambahan penghasilan dan meningkatkan taraf hidup.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam lapas, tetapi juga memperhatikan kondisi keluarga warga binaan di luar,” tambahnya.
Program ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Arjasa dalam mendukung pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya menyasar narapidana, tetapi juga keluarganya. Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 yang mengusung kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Ke depan, bantuan gerobak usaha ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima, sekaligus menjadi titik awal kebangkitan ekonomi keluarga warga binaan menuju kemandirian yang lebih baik.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
