Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi ketat, panitia akhirnya memilih 15 tim terbaik untuk melaju ke babak grand final. Pada tahap ini, para finalis mempresentasikan prototype dan rancangan bisnis mereka di hadapan dewan juri.
Sementara itu, Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum., menegaskan bahwa kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi besar Universitas Wijaya Putra menuju 2030.
“Visi kami adalah menjadi universitas terkemuka dalam pengembangan sociopreneurship berbasis riset pada tahun 2030. Kompetisi ini menjadi implementasi nyata dari visi tersebut,” katanya.
Dia menambahkan, UWP tidak hanya fokus memberikan teori bisnis kepada mahasiswa, namun juga membangun ekosistem inovasi yang mampu mendorong mahasiswa melakukan riset sosial dan menghadirkan solusi bisnis yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Suasana kompetisi semakin memanas saat memasuki sesi penentuan juara. Dewan juri melakukan penilaian berdasarkan orisinalitas ide, dampak sosial, inovasi, hingga potensi keberlanjutan bisnis.
Hasilnya, UIN Alauddin Makassar berhasil keluar sebagai Juara 1. Posisi Juara 2 diraih Universitas Negeri Semarang, sedangkan Juara 3 ditempati IPB University.
Selain itu, penghargaan Presenter Terbaik diraih Universitas Ciputra, sementara kategori Proposal Terbaik jatuh kepada IPB University.
Berakhirnya Business Plan Competition 2026 tidak hanya menjadi penutup sebuah perlombaan, tetapi juga membuka harapan baru lahirnya para sociopreneur muda Indonesia. Ide-ide kreatif yang lahir dari kompetisi ini diharapkan mampu berkembang menjadi solusi nyata yang dapat menggerakkan ekonomi sekaligus memberikan dampak sosial berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
