SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pergerakan saham PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) menjadi sorotan pasar modal setelah mencatat kenaikan fantastis hingga 214,89 persen dalam kurun 13 April hingga 12 Mei 2026. Lonjakan tajam tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) turun tangan dengan meminta klarifikasi resmi dari emiten tersebut.
Di tengah tingginya volatilitas perdagangan saham, BEI bahkan sempat menerapkan penghentian sementara perdagangan atau cooling down terhadap saham MSIE pada 5 Mei 2026 guna menjaga stabilitas transaksi di pasar.
Sebagai tindak lanjut atas permintaan otoritas bursa, manajemen PT MSIE Tbk menggelar Public Expose Insidentil sebagai bentuk pemenuhan prinsip keterbukaan informasi kepada investor dan publik.
Direktur Utama PT MSIE Tbk, Tanu Widjaja, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik serta mematuhi regulasi pasar modal.
“Pelaksanaan Public Expose Insidentil ini dilakukan sehubungan dengan permintaan PT Bursa Efek Indonesia atas volatilitas perdagangan saham perseroan dan dilakukannya suspensi cooling down terhadap saham MSIE pada tanggal 5 Mei 2026,” ujar Tanu Widjaja.
Menurutnya, kenaikan saham MSIE yang mencapai lebih dari 214 persen dalam waktu sekitar satu bulan memang menjadi perhatian. Karena itu, perseroan telah melakukan penelaahan internal terkait fluktuasi harga saham yang terjadi selama periode tersebut.
Meski demikian, manajemen memastikan tidak ada informasi material yang disembunyikan dan belum disampaikan kepada publik yang berpotensi memengaruhi keputusan investasi para pemegang saham.
“Perseroan menegaskan bahwa sampai dengan saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum disampaikan kepada publik yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan maupun keputusan investasi pemodal,” katanya.
Lebih lanjut, pihak perusahaan mengaku tidak mengetahui adanya faktor internal tertentu yang menjadi pemicu utama lonjakan harga saham MSIE. Perseroan menilai pergerakan saham di pasar sangat dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari sentimen investor, aktivitas perdagangan harian, hingga faktor teknikal pasar.
Terkait kemungkinan aksi korporasi, manajemen menyebut perusahaan masih mengkaji sejumlah peluang pengembangan bisnis. Namun hingga saat ini belum ada keputusan strategis yang berdampak langsung terhadap pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia.
Di sisi operasional, PT MSIE Tbk memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan normal. Perusahaan tetap fokus pada pengelolaan aset pendidikan, peningkatan kualitas fasilitas, serta memperkuat hubungan dengan para penyewa.
Perseroan juga kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), keterbukaan informasi, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan pasar modal yang berlaku di Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
