Belajar Sambil Praktik, Mahasiswa Untag Rasakan Dunia Kerja Broadcasting di Stasiun Televisi

Fahrezi Chandra
Selama magang, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai perangkat penyiaran di ruang control. Foto: Nabilatus

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Magang di stasiun televisi nasional identik dengan tekanan tinggi dan ritme kerja cepat. Namun, pengalaman berbeda justru dirasakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya saat menjalani program magang di Kompas TV Surabaya.

Salah satu mahasiswa magang, Nabilatus Syarifah, mengaku mendapat pengalaman baru saat terlibat langsung dalam proses persiapan studio sebelum taping berlangsung. Menurutnya, suasana di balik layar televisi tidak selalu menegangkan seperti yang dibayangkan banyak orang.

“Awalnya saya kira control room itu suasananya tegang dan penuh tekanan. Tapi setelah menjalani langsung, justru terasa seru karena kami belajar banyak hal teknis yang sebelumnya hanya dipelajari di kelas,” ujar Nabilatus.

Selama magang, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai perangkat penyiaran di ruang control. Mulai dari menghidupkan server, memastikan koneksi visual dari studio masuk ke switcher, hingga cek sistem komunikasi intercom antara kru di ruang kontrol dan floor director.

Menurut Nabilatus, proses tersebut membutuhkan ketelitian dan fokus tinggi. Meski demikian, pengalaman mengoperasikan perangkat siaran profesional justru memberikan tantangan yang menyenangkan.

“Setiap alat punya fungsi berbeda dan harus dipastikan berjalan normal sebelum taping dimulai. Saat semua sistem sudah siap, ada rasa puas tersendiri karena proses produksi bisa berjalan lancar,” kata Nabilatus.

Ia menilai pengalaman praktik di industri televisi memberikan pemahaman yang jauh lebih nyata dibanding teori yang diperoleh di bangku kuliah. Melalui program magang reguler tersebut, mahasiswa tidak hanya mengamati proses siaran, tetapi juga dilibatkan langsung dalam alur produksi berita televisi.

Mulai dari persiapan studio, memahami sistem kerja produksi, hingga mengenal perangkat broadcasting modern menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa magang.

Selain itu, suasana kerja di lingkungan dinilai cukup suportif bagi mahasiswa yang sedang belajar. Para praktisi dan pembimbing lapangan disebut terbuka dalam membagikan pengetahuan seputar dunia penyiaran televisi.

“Pembimbing di lapangan cukup membantu dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa magang untuk belajar langsung menggunakan alat-alat broadcasting,” tambahnya.

Bagi Nabilatus, pengalaman magang di industri media bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan kesempatan untuk memahami secara langsung dinamika kerja di dunia penyiaran profesional.

Penulis: Nabilatus Syarifah (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya)

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network