Tekanan ekonomi yang berkepanjangan membuat banyak pengusaha mulai menahan pembelian bahan baku dan melakukan efisiensi produksi. Langkah itu dilakukan untuk menjaga arus kas perusahaan tetap aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun, jika situasi terus berlangsung, Adik menilai ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa semakin besar.
“Pendapatan masyarakat tetap, sementara harga kebutuhan naik. Akhirnya konsumsi melemah. Kalau berlangsung lama, ancaman PHK tentu akan terus mengintai,” ujarnya.
Sebagai strategi bertahan, sejumlah pengusaha memilih memangkas margin keuntungan dibanding langsung menaikkan harga produk ke konsumen.
“Mereka sementara memilih mengurangi keuntungan dulu daripada menaikkan harga. Tapi langkah ini juga tidak bisa bertahan terlalu lama,” katanya.
Di tengah tekanan ekonomi, Adik melihat produk lokal justru memiliki peluang untuk lebih kompetitif dibanding barang impor, khususnya produk berbasis bahan baku dalam negeri.
Komoditas pertanian dan peternakan Jawa Timur disebut masih menjadi kekuatan utama yang bisa menopang ekonomi daerah. Produk seperti jeruk dan durian lokal dinilai mampu bersaing lebih baik dibanding produk impor karena harga lebih kompetitif.
“Produk yang benar-benar lokal justru bisa lebih unggul dibanding barang impor. Pertanian dan peternakan Jawa Timur masih surplus, ini kekuatan yang harus dijaga,” ujarnya.
Meski optimistis ekonomi nasional masih bisa dijaga, Adik meminta pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menahan dampak perlambatan ekonomi.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah realokasi anggaran dari program yang dinilai belum berdampak besar terhadap ekonomi menuju sektor yang lebih produktif, seperti pembangunan infrastruktur.
“Infrastruktur bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak dan memicu perputaran ekonomi di daerah,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga diminta memperkuat bantuan sosial dan bantuan tunai guna menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi domestik tetap bergerak.
“Bansos sangat penting saat kondisi seperti sekarang supaya daya beli masyarakat tidak semakin turun dan pengusaha juga terbantu,” ujarnya.
Meski tekanan ekonomi global dinilai cukup berat, Adik menegaskan pelaku usaha harus tetap optimistis dan menyiapkan strategi adaptasi agar bisnis tetap bertahan di tengah gejolak ekonomi dunia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
