SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gelaran Soft Launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SEC) yang dikemas dalam Panggung Hiburan Rakyat di kawasan eks Hi-Tech Mall/THR Surabaya, Minggu (5/7/2026) malam, berakhir ricuh.
Pagar pembatas area panggung jebol akibat aksi saling dorong ribuan penonton yang memaksa masuk demi menyaksikan konser gratis penyanyi Denny Caknan.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, membeberkan kronologi lengkap insiden tersebut. Menurutnya, panggung hiburan rakyat yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ini mulanya berjalan normal sejak sore hari.
"Pukul 16.00 WIB panitia mulai membuka pintu masuk (open gate). Para penonton memasuki area konser melalui pintu utama dengan sistem pemeriksaan ketat oleh security internal dan Satpol PP," ujar Hadi, Senin (6/7/2026).
Konser dibuka pukul 16.15 WIB dengan penampilan dari Fusion Jazz Community dan Band Princessia. Situasi di lokasi terpantau sangat kondusif hingga menjelang malam saat bintang utama dijadwalkan naik panggung.
Kondisi mulai berubah tegang ketika kapasitas lapangan sudah tidak mampu lagi menampung massa.
"Sekitar pukul 19.27 WIB, situasi di dalam Lapangan SEC hampir penuh. Namun, penonton yang tertahan di luar mulai memaksa masuk dan mendorong gerbang utama hingga pintu tersebut akhirnya jebol," imbuhnya.
Hingga pukul 19.45 WIB, ribuan penonton di luar area terus merangsek maju meski petugas gabungan telah memasang pagar pembatas darurat. Imbauan interkom dari panitia yang menyatakan bahwa kapasitas venue sudah overload tidak diindahkan.
Akibat desakan massa yang semakin brutal, pada pukul 20.13 WIB beberapa penonton mulai bertumbangan akibat luka-luka dan pingsan. “Petugas langsung mengevakuasi mereka ke posko medis," terang Hadi.
Di tengah situasi luar pagar yang masih tertahan, Denny Caknan tetap memulai penampilannya pada pukul 20.20 WIB. Guna mengantisipasi jebolnya pertahanan kedua, petugas keamanan langsung memperketat barikade dan melakukan penyekatan total di lini depan.
"Pukul 20.55 WIB dilakukan penyekatan berlapis oleh petugas keamanan di pintu masuk untuk menghalau sisa penonton di luar agar tidak merangsek ke depan venue. Situasi baru benar-benar reda setelah konser rampung pada pukul 21.45 WIB," jelasnya.
Polrestabes Surabaya mencatat total korban luka dan tumbang dalam insiden ini mencapai 21 orang. Korban mencakup warga sipil serta dua petugas pengamanan. Yakni, seorang anggota Babinsa dan seorang personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya.
Dari 21 orang korban, sebanyak 12 orang terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohamad Soewandhie karena mengalami cedera serius termasuk patah tulang. Satu orang dipulangkan, dan delapan orang lainnya diperbolehkan rawat jalan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
