Cerita Yanti, Pemilik Laundry di Surabaya yang Raup Tambahan Penghasilan dari Donasi Baju Bekas

Trisna Eka Adhitya
Pengumpulan pakaian bekas layak pakai di Surabaya tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi usaha laundry ultra mikro. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tumpukan pakaian layak pakai yang sering kali hanya tersimpan di lemari ternyata mampu menghadirkan dampak besar bagi masyarakat. Tidak hanya membantu warga yang membutuhkan, pengelolaan pakaian donasi juga membawa tambahan penghasilan bagi pelaku usaha kecil di Surabaya.

Salah satu yang merasakan manfaat tersebut adalah Yanti, pelaku usaha laundry sekaligus nasabah program Mekaar. Usaha laundry koin yang dijalankannya mendapat tambahan pekerjaan dari program pengelolaan pakaian bekas layak pakai yang digagas PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Program bertajuk RE3 FOR-E: Reduce, Re-love, Restyle for Environment, Economy, Empowerment, and Education itu hadir sebagai respons terhadap meningkatnya limbah tekstil akibat tren fast fashion yang terus berkembang. Data United Nations Environment Programme (UNEP) pada 2025 mencatat sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia.


Pengumpulan pakaian bekas layak pakai di Surabaya tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi usaha laundry ultra mikro. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

Melalui gerakan tersebut, masyarakat diajak menyumbangkan pakaian yang masih layak digunakan. Selanjutnya, pakaian akan dicuci, disortir, dan dirapikan sebelum kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 PNM, program ini berhasil mengumpulkan sekitar 17 ton pakaian dari berbagai daerah di Indonesia. Menariknya, proses pencucian hingga perapian pakaian melibatkan lebih dari 270 pelaku usaha laundry yang merupakan nasabah PNM Mekaar.

Bagi Yanti, tambahan pekerjaan dari program tersebut menjadi peluang penting di tengah persaingan usaha laundry yang semakin ketat. Selain membantu menjaga operasional usaha tetap berjalan, program itu juga membuka kesempatan tambahan penghasilan bagi para pekerja di sekitarnya.

“Tambahan pekerjaan seperti ini sangat membantu usaha kami. Karyawan juga ikut merasakan manfaat karena ada tambahan pemasukan,” ujarnya.

Tidak hanya berdampak pada usaha miliknya, Yanti juga mengajak warga sekitar untuk ikut membantu proses pencucian dan penyortiran pakaian donasi. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi manfaat ganda karena pakaian yang sebelumnya tidak terpakai bisa kembali dimanfaatkan oleh orang lain.

Ia menilai program seperti ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.

“Kalau ada tambahan pekerjaan seperti ini, kami juga bisa berbagi rezeki dengan tetangga sekitar,” katanya.

Selain menyalurkan pakaian layak pakai, program tersebut juga mendukung akses pendidikan melalui penyaluran buku anak-anak ke Ruang Pintar PNM Prancak Family. Langkah itu dilakukan untuk mendorong budaya membaca di lingkungan masyarakat pemberdayaan.

PNM Cabang Surabaya berharap gerakan tersebut dapat terus berkembang sebagai bentuk kolaborasi sosial yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga memperkuat ekonomi pelaku usaha ultra mikro.

Melalui pemanfaatan pakaian bekas layak pakai, program ini menunjukkan bahwa langkah sederhana dapat menghadirkan dampak luas, mulai dari mengurangi limbah tekstil, membantu masyarakat membutuhkan, hingga mendukung keberlangsungan usaha kecil milik para perempuan pejuang ekonomi keluarga.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network