BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suasana Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi tahun ini terasa berbeda. Ratusan warga binaan tampak larut dalam kebersamaan saat mengikuti kegiatan nyate bareng di lingkungan lapas yang berada di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi.
Tradisi unik tersebut digelar setelah proses penyembelihan hewan kurban selesai dilakukan. Jika biasanya daging kurban dibagikan dalam kondisi mentah, kali ini panitia memilih konsep berbeda dengan mengolah daging menjadi tusukan sate siap bakar sebelum dibagikan kepada warga binaan.
Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat di setiap blok hunian. Asap pembakaran sate mengepul di area lapas, sementara para warga binaan tampak menikmati momen kebersamaan yang jarang mereka rasakan selama menjalani masa hukuman.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk menghadirkan nuansa kekeluargaan bagi para warga binaan yang merayakan Iduladha jauh dari keluarga mereka.
“Melalui kegiatan nyate bareng ini kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Mereka bisa saling membaur tanpa sekat serta merasakan hangatnya Iduladha meski berada di dalam lapas,” ujar Solichin.
Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi bagian dari pendekatan pembinaan humanis yang diterapkan di Lapas Banyuwangi. Dengan cara tersebut, warga binaan diharapkan tetap memiliki semangat positif dan kondisi psikologis yang baik selama menjalani pembinaan.
“Momentum seperti ini penting untuk menjaga semangat dan psikologis warga binaan. Kami ingin mereka tetap merasakan kebahagiaan Lebaran,” katanya.
Pelaksanaan nyate bareng dilakukan secara serentak di lapangan masing-masing blok hunian dengan pengawasan ketat dari petugas lapas. Meski melibatkan aktivitas pembakaran sate dan penggunaan tusuk bambu, seluruh kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
“Pengawasan tetap kami lakukan secara maksimal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun suasana tetap cair dan penuh kebersamaan,” tambahnya.
Pada perayaan Iduladha tahun ini, Lapas Banyuwangi menerima 12 ekor hewan kurban yang terdiri atas tiga ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari pegawai lapas, instansi vertikal, rekanan, hingga keluarga warga binaan.
Salah seorang warga binaan berinisial SF mengaku terharu karena kembali bisa merasakan tradisi membakar sate seperti saat berkumpul bersama keluarganya di rumah.
“Saya sangat bersyukur. Dulu setiap Iduladha selalu nyate bersama keluarga di rumah. Terima kasih kepada pihak lapas karena kami masih bisa merasakan suasana Lebaran di sini,” ungkapnya penuh haru.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
