Permainan Tradisional Jadi Magnet di Tugu Pahlawan, Warga Surabaya Bisa Bernostalgia dan Mencobanya

Arif Ardliyanto
Permainan tradisional menjadi magnet utama Senja Budaya di Tugu Pahlawan Surabaya. Ribuan warga menikmati nostalgia budaya, kuliner jadul, dan hiburan rakyat dalam perayaan HJKS ke-733. Foto iNewsSurabaya.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Permainan tradisional menjadi daya tarik utama dalam gelaran Senja Budaya yang berlangsung di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya. Di tengah derasnya arus hiburan digital, anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mencoba berbagai permainan rakyat yang menghidupkan kembali kenangan masa lalu.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 itu digelar selama dua hari, 30-31 Mei 2026. Suasana halaman Tugu Pahlawan yang biasanya identik dengan wisata sejarah berubah menjadi ruang interaksi budaya yang ramai, hangat, dan penuh keceriaan.

Sejak sore hari, pengunjung terlihat memadati area permainan tradisional yang disediakan. Anak-anak berlarian di atas hamparan rumput sambil mencoba berbagai permainan rakyat, sementara para orang tua ikut mengenalkan permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecil mereka.


Permainan tradisional menjadi magnet utama Senja Budaya di Tugu Pahlawan Surabaya. Ribuan warga menikmati nostalgia budaya, kuliner jadul, dan hiburan rakyat dalam perayaan HJKS ke-733. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Kepala UPTD Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya, Saidatul Ma'munah, mengatakan konsep Senja Budaya tahun ini sengaja dibuat lebih dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan ruang publik terbuka.

"Senja Budaya tahun ini hadir dengan konsep berbeda. Kami menghadirkan suasana yang lebih akrab dan santai agar masyarakat dari berbagai usia bisa menikmati budaya bersama-sama," ujarnya.

Menurutnya, permainan tradisional menjadi salah satu elemen penting dalam acara tersebut karena memiliki nilai edukasi sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi.

Di tengah maraknya penggunaan gawai oleh anak-anak, kehadiran permainan tradisional dinilai mampu menjadi alternatif aktivitas yang lebih interaktif. Selain mengasah motorik dan kerja sama, permainan rakyat juga mengajarkan nilai kebersamaan yang mulai jarang ditemui dalam kehidupan modern.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network