JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Musisi dan penyanyi Isyana Sarasvati kembali menghadirkan eksplorasi musikal yang berani melalui single terbarunya berjudul Burn. Lagu tersebut menjadi salah satu andalan dalam album kelima bertajuk Eklektiko yang resmi dirilis pada 21 Mei 2026.
Burn menjadi fokus utama dalam chapter Abadhi dan disebut sebagai salah satu karya paling eksplosif dalam perjalanan karier Isyana. Melalui lagu ini, ia memadukan unsur pop, elektronik, rock, hingga metal dalam sebuah komposisi berenergi tinggi yang melahirkan warna musik baru yang ia sebut sebagai trance metal atau dance metal.
“Burn adalah salah satu track di album yang paling merepresentasikan makna Eklektiko. Perpaduan antara pop, electronic, dan metal melahirkan warna baru yaitu Trance Metal (Dance Metal) yang menjadi eksplorasi baru untuk saya,” ujar Isyana dalam keterangan resminya, Kamis (4/6/2026).
Untuk mewujudkan konsep musik tersebut, Isyana menggandeng sejumlah musisi yang dikenal di kancah musik metal Indonesia, yakni Karis sebagai gitaris, Shadu Rasjidi pada bass, serta Agustinus Widi yang mengisi vokal scream dan growl sekaligus terlibat dalam proses penulisan lirik.
Isyana juga bekerja sama dengan Kenan Loui sebagai produser yang menghadirkan berbagai elemen elektronik melalui synthesizer, keyboard, dan efek suara. Kolaborasi tersebut memperkuat karakter trance metal yang menjadi identitas utama lagu Burn.
Menurut Isyana, lagu ini diciptakan untuk menjadi sumber energi positif bagi para pendengar, khususnya saat beraktivitas maupun berolahraga.
“Sebagai pribadi yang kinestetik, saya menciptakan lagu ini untuk menemani teman-teman beraktivitas, terutama saat berolahraga. Semoga Burn bisa menjadi pemicu semangat untuk menjalani hari,” katanya.
Selain menawarkan eksplorasi musikal yang berbeda, Burn juga hadir dengan video musik berskala besar yang melibatkan lebih dari 60 penari. Koreografi teatrikal yang dipadukan dengan tata cahaya dramatis dan visual sinematik menciptakan atmosfer megah yang memperkuat energi lagu tersebut.
Album Eklektiko sendiri merupakan proyek multichapter yang digarap selama lebih dari satu tahun dan terbagi dalam beberapa bagian, yakni Lunora, Mamiu, Cecilia, dan Abadhi. Setiap chapter merepresentasikan sisi berbeda dari perjalanan artistik maupun personal Isyana.
Eksplorasi yang ditampilkan dalam Burn melanjutkan perjalanan musikal Isyana yang selama beberapa tahun terakhir semakin berani keluar dari pakem musik pop konvensional. Sebelumnya, melalui lagu Il Sogno, ia telah menunjukkan ketertarikannya pada komposisi yang lebih kompleks dengan sentuhan progresif dan nuansa rock yang kuat.
Melalui Burn, Isyana kembali menegaskan posisinya sebagai musisi yang terus bereksperimen dan menghadirkan inovasi. Perpaduan karakter vokal khasnya dengan aransemen rock, elektronik, dan metal menjadikan lagu ini sebagai salah satu karya paling unik dalam katalog musiknya sejauh ini.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
