SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Deteksi dini melalui skrining tumbuh kembang penting dilakukan sejak usia dini. Pemeriksaan ini memastikan anak tumbuh sesuai tahapan usianya.
Gangguan fisik, mental, maupun sosial juga dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan pada masa golden age.
Skrining meliputi pemeriksaan berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, kemampuan motorik halus dan kasar, bahasa, komunikasi, serta perkembangan sosial dan emosional. Tujuannya memastikan pertumbuhan anak berjalan optimal sekaligus mendeteksi keterlambatan perkembangan sejak dini.
Orang tua juga mendapat edukasi dari tenaga kesehatan. Materinya meliputi stimulasi sesuai usia, pola bermain, pemenuhan gizi, hingga cara mendukung perkembangan motorik dan komunikasi anak. Edukasi ini diharapkan membantu orang tua mendampingi tumbuh kembang buah hati.
Sejalan hal tersebut, RS PKU Muhammadiyah Surabaya melalui kegiatan skrining tumbuh kembang dan edukasi kesehatan di KB-TK Terpadu Al-Khairiyah Surabaya, Selasa (21/7/2026), dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026.
Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Tim medis RS PKU Muhammadiyah Surabaya memberikan layanan skrining tumbuh kembang, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan gigi kepada para siswa.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Surabaya, Devita Eryani P., M.Kes., mengatakan deteksi dini merupakan investasi penting bagi masa depan anak.
"Melalui momentum Hari Anak Nasional, kami berharap anak-anak tumbuh sehat, berkembang optimal, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Devita.
Menurutnya, skrining dilakukan untuk memantau pertumbuhan fisik dan perkembangan anak sesuai usianya. “Jika ditemukan keterlambatan, penanganan dapat segera diberikan,” imbuhnya.
Selain skrining, tim medis mengedukasi anak dan orang tua tentang pola hidup sehat. Materinya mencakup gizi seimbang, kebiasaan hidup bersih, serta stimulasi yang mendukung tumbuh kembang.
Pemeriksaan kesehatan gigi juga dilakukan. Tujuannya mendeteksi gangguan kesehatan mulut sejak dini dan mencegah penyakit gigi yang sering dialami anak.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
