SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menunjukkan tingkat kepuasan warga terhadap kinerja Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto mencapai 80,7 persen.
Direktur ARCI Nanang Haromain mengatakan tingkat kepuasan tersebut salah satunya dipengaruhi sejumlah program pemerintah daerah yang dinilai dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Hasilnya 80,7 persen warga puas atas kinerja Gus Fawait-Djoko Susanto memimpin Jember," kata Nanang saat memaparkan hasil survei di Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Salah satu program yang mendapat tingkat kepuasan tinggi adalah Jember Home Care. Program yang baru berjalan sekitar dua bulan tersebut memperoleh tingkat kepuasan sebesar 82,3 persen.
Nanang menyebut Jember Home Care menjadi salah satu program yang mendapat respons positif dari masyarakat. Warga juga berharap program tersebut dilaksanakan secara konsisten dan diperluas jangkauannya.
"Jember Home Care ini primadona baru. Responden sangat puas dengan program Jember Home Care dan berharap Pemkab Jember terus melaksanakan program tersebut secara konsisten," ujarnya.
Menurut dia, masyarakat juga berharap layanan Jember Home Care dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk kawasan pelosok Jember.
"Selain itu, warga berharap jangkauan Jember Home Care semakin luas hingga pelosok-pelosok dan bisa melayani semaksimal mungkin," tambahnya.
Nanang mengatakan masyarakat masih memaklumi adanya sejumlah hal yang perlu diperbaiki karena program tersebut relatif baru dan baru berjalan sekitar dua bulan.
Selain Jember Home Care, program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas Jember juga memperoleh respons positif. Tingkat kepuasan warga terhadap program tersebut mencapai 81,5 persen.
Menurut Nanang, masyarakat menilai program UHC Prioritas membantu warga dalam mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan.
"Program ini dinilai berhasil oleh warga dan membantu warga, utamanya warga Jember, dalam mengakses kesehatan gratis di fasilitas kesehatan (faskes)," katanya.
Meski demikian, warga berharap kualitas layanan terus ditingkatkan. Masyarakat juga menginginkan pelayanan kesehatan dapat diberikan secara maksimal kepada seluruh warga yang tinggal di Jember.
Program lain yang mendapat respons positif adalah kanal pengaduan Wadul Gus'e. Berdasarkan survei ARCI, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kanal tersebut mencapai 79,8 persen.
Nanang mengatakan warga mengapresiasi keberadaan kanal pengaduan tersebut, terutama karena sejumlah laporan dinilai mendapat respons dari pemerintah daerah.
"Warga ingin Gus Fawait terus berinteraksi dengan warga, baik secara langsung maupun melalui media sosial," ujarnya.
Masyarakat juga berharap frekuensi interaksi langsung antara kepala daerah dan warga dapat ditingkatkan. Sementara itu, program beasiswa Bupati Jember "Cinta Bergema" memperoleh tingkat kepuasan 78,1 persen.
Nanang mengatakan masyarakat berharap program tersebut terus dilaksanakan secara konsisten serta memperluas jangkauan penerima manfaat.
"Harapan warga konsisten dijalankan dan jangkauan penerima manfaat bisa ditambah karena masih banyak warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan," katanya.
Program Bupati Ngantor di Desa atau Bunga Desa mencatat tingkat kepuasan 77,9 persen. Menurut Nanang, masyarakat menilai program tersebut membuat warga dapat berinteraksi lebih dekat dengan kepala daerah. Namun, warga berharap frekuensi kunjungan ke desa-desa ditingkatkan mengingat luas wilayah Kabupaten Jember.
"Warga puas karena merasa dekat dengan kepala daerahnya. Namun, intensitasnya perlu ditambah lagi karena wilayah Jember luas sekali. Banyak wilayah pelosok yang perlu dikunjungi," ujarnya.
Sementara untuk program Mlijo Cinta dan Gerobak Cinta, Nanang mengatakan masih perlu dilakukan penguatan dalam pelaksanaannya. "Untuk program Mlijo Cinta dan Gerobak Cinta perlu diperkuat realisasinya," tandasnya.
Survei ARCI dilakukan di Kabupaten Jember pada 18–28 Agustus 2026 dengan melibatkan 800 responden.
Survei menggunakan metode stratified random sampling, dengan margin of error sebesar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. ARCI menyebut survei tersebut didanai secara mandiri.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
