Ratusan Anak dan Pelajar di Sidoarjo Hidup dengan HIV

Andika
Kasus HIV menyasar usia sekolah, 522 anak dan pelajar di Sidoarjo terdata ODHIV. (Foto : ilustrasi/AI).

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id– Data terbaru Delta Crisis Center (DCC) mencatat, hingga 1 Juli 2026, sebanyak 522 anak dan pelajar di Kabupaten Sidoarjo tercatat hidup dengan HIV dari total 7.129 Orang dengan HIV (ODHIV). 

Direktur Program Yayasan Delta Crisis Center (DCC), Ferry Efendi, menjelaskan 522 ODHIV usia sekolah tersebut terdiri atas sekitar 13 anak PAUD/TK, 44 siswa SD hingga SMP sederajat, serta 465 pelajar SMA sederajat hingga mahasiswa.

Menurut Ferry, penularan HIV pada kelompok usia tersebut terjadi melalui beberapa jalur. Diantaranya, dari penularan ibu ke anak saat kehamilan, persalinan, atau menyusui, penggunaan jarum suntik pada penyalahgunaan narkoba, hingga hubungan seksual berisiko.

"HIV hanya menular melalui darah, hubungan seksual, penggunaan jarum suntik, dan ASI. Karena itu masyarakat perlu mendapat edukasi agar memahami cara penularan dan pencegahannya," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lilik Sulistyowati, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memperkuat upaya pencegahan di lingkungan sekolah. 

Disdikbud akan menyusun kebijakan pencegahan HIV/AIDS, meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi, serta melatih kepala sekolah, guru kelas, dan guru bimbingan konseling agar mampu memberikan pendampingan kepada peserta didik.

"Kami ingin memastikan tidak ada diskriminasi terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik yang hidup dengan HIV. Semua berhak memperoleh layanan pendidikan yang sama," tegasnya.

Selain memperkuat edukasi di sekolah, Disdikbud juga menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Komisi Penanggulangan AIDS, puskesmas, hingga organisasi kemasyarakatan. “Peserta didik yang positif HIV tetap memiliki hak untuk bersekolah dan identitasnya wajib dilindungi,” ujar Lilik.

Sebagai bentuk pendampingan, Disdikbud mengungkapkan seorang siswi SMP yang diketahui positif HIV saat ini telah mendapat pendampingan bersama Disdikbud, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Pendampingan dilakukan melalui pengawasan rutin agar tetap menjalani terapi antiretroviral (ARV), sekaligus memastikan siswi tersebut terbebas dari stigma dan diskriminasi di lingkungan sekolah.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network