Gaya Hidup Aktif Gen Z Makin Kuat, Event Lari di Surabaya Diserbu Anak Muda

Andika
Olahraga lari semakin digemari generasi muda. (Foto : Andika).

SURABAYA,iNewsSurabaya.id – Olahraga lari mulai menjadi bagian dari gaya hidup Gen Z. Hal ini terlihat dalam Jeterun 2026 di Surabaya, di mana sekitar 40 persen dari total 6.000 peserta berasal dari generasi muda tersebut.

Dominasi peserta muda tersebut menjadi gambaran semakin kuatnya minat generasi Z terhadap olahraga lari. Bagi mereka, lari tidak lagi sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi gaya hidup, ruang bersosialisasi, hingga ajang mengabadikan momen di media sosial.

CEO Jeterun, Jhonny Thio Doran, mengatakan tingginya partisipasi Gen Z menjadi salah satu perkembangan menarik dalam penyelenggaraan Jeterun tahun ini.

“Secara profiling audiens, peserta event lari kita ini sekitar 40 persen adalah Gen Z. Mereka mungkin lebih sadar akan hidup sehat karena sering membaca berita-berita digital,” ujar Jhonny, Minggu (6/9/2026).

Menurut Jhonny, besarnya partisipasi generasi muda juga membuat pihaknya melakukan sejumlah penyesuaian dalam konsep Jeterun 2026. Event dirancang tidak hanya berorientasi pada aktivitas lari, tetapi juga memberikan pengalaman yang sesuai dengan karakter dan preferensi Gen Z.

“Di event Jeterun 2026 ini kami banyak melakukan adjustment terhadap preferensi anak-anak Gen Z,” katanya.

Sejumlah fasilitas pendukung disiapkan untuk memperkuat pengalaman peserta. Di antaranya berbagai spot foto di area rest village yang dapat dimanfaatkan peserta untuk mengabadikan momen.

Selain itu, panitia menyediakan sekitar 30 titik cheering di sepanjang rute lari 10 kilometer. Titik-titik tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan atmosfer yang lebih meriah sekaligus memberikan semangat kepada peserta hingga garis finis.

Jeterun 2026 sendiri mencatat pertumbuhan jumlah peserta yang cukup signifikan. Pada 2024, event ini diikuti sekitar 3.000 peserta. Jumlah tersebut meningkat menjadi sekitar 4.000 peserta pada 2025 dan mencapai sekitar 6.000 peserta pada 2026.

“Di 2024 itu kita sekitar 3.000, 2025 sekitar 4.000 dan hari ini 6.000 total,” ungkapnya.

Jhonny menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya antusiasme masyarakat Surabaya terhadap olahraga dan gaya hidup aktif.

“Surabaya ini adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Jadi antusiasme terhadap olahraga dan hidup aktif itu sangat meningkat sekali. Apalagi beberapa tahun terakhir pertumbuhannya sangat agresif,” jelasnya.

Tak hanya menghadirkan lomba lari, Jeterun 2026 juga menggabungkan sejumlah aktivitas olahraga dan wellness, seperti pilates, Pound Fit, zumba, senam, lantai dansa, hingga berbagai workshop.

“Event ini spesial karena tidak hanya sebatas lari dan selesai. Kami juga menghadirkan pilates, Pound Fit, zumba, senam, lantai dansa, serta berbagai workshop,” katanya.

Konsep tersebut membuat Jeterun diarahkan menjadi lebih dari sekadar event lari, melainkan sebuah wellness festival yang dapat menjadi event olahraga ikonik di Surabaya.

Ke depan, Jeterun juga akan memperluas cakupan aktivitas olahraga. Salah satu yang akan dikembangkan lebih agresif pada 2027 adalah pilates.

“Untuk 2027, kami akan masuk lebih agresif ke pilates. Di 2026 ini kami banyak melakukan pemanasan terhadap event-event pilates, termasuk menggelarnya di Jakarta,” ungkap Jhonny.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network