SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) bersama Pemerintah Australia memperkuat kemitraan manajemen risiko bencana melalui Program SIAP SIAGA.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga lingkungan pesantren.
Khofifah menegaskan kesiapsiagaan bencana harus dibangun dari tingkat paling bawah dengan memperkuat kapasitas relawan di desa dan kecamatan.
“Suatu wilayah tidak bisa disebut Desa Tangguh Bencana apabila tidak memiliki relawan yang terlatih di tingkat desa dan kecamatan. Mereka adalah garda terdepan dalam mitigasi, tanggap darurat, hingga proses pemulihan pascabencana,” ujar Khofifah, Rabu (17/6/2026).
Selain penguatan sumber daya manusia, Khofifah juga mendorong pembentukan Lumbung Sosial di kawasan rawan bencana. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan logistik dan peralatan darurat yang dapat diakses masyarakat secara cepat saat terjadi bencana.
Menurut Khofifah, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana, termasuk melalui pelibatan komunitas relawan dan masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah juga menyoroti pentingnya pengembangan program Pesantren Tangguh Bencana (PESTANA). Ia menilai pesantren perlu memiliki kapasitas mitigasi dan penanganan bencana yang memadai mengingat banyak santri dan tenaga pendidik yang menetap dalam jangka panjang di lingkungan pesantren.
“Relawan dari pesantren perlu mendapatkan pelatihan kebencanaan sehingga memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana. Nantinya akan dilakukan uji coba pelatihan di sejumlah pesantren,” katanya.
Sementara itu, Head of Sub-National Programs SIAP SIAGA, Deswanto Marbun, mengatakan Program SIAP SIAGA telah berjalan di Jatim sejak 2020. Jatim menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki 14 jenis risiko bencana dengan karakteristik ancaman yang berbeda di setiap daerah.
Menurut Deswanto, program tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat dalam mencegah, mempersiapkan, merespons, serta memulihkan kondisi pascabencana.
“Masukan dari Ibu Gubernur sangat penting, terutama terkait perlunya melibatkan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa dan kecamatan agar respons terhadap bencana semakin efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Sebagai bagian dari program tersebut, SIAP SIAGA bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim telah menggelar simulasi evakuasi mandiri tsunami di Pantai Bulu, Kabupaten Lumajang. Pada awal Juli mendatang, simulasi penanganan erupsi gunung berapi juga akan dilaksanakan di Kabupaten Malang.
Program SIAP SIAGA juga mendorong pelibatan kelompok disabilitas dalam sistem penanggulangan bencana. Melalui Unit Layanan Disabilitas BPBD Jatim, kelompok disabilitas tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan subjek yang aktif menyuarakan pentingnya kesiapsiagaan bencana di komunitas dan sekolah.
“Kelompok disabilitas kini turut berperan dalam membangun kesadaran kebencanaan di masyarakat,” kata Deswanto.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto menambahkan, pesantren memiliki tingkat kerentanan tersendiri karena menjadi tempat tinggal sekaligus pusat aktivitas belajar bagi santri dan tenaga pengajar dalam jangka waktu yang panjang.
“Baik santri maupun tenaga pendidik beraktivitas dan menetap di lingkungan pesantren sehingga berpotensi terdampak ketika terjadi bencana. Karena itu, penguatan kesiapsiagaan di pesantren menjadi sangat penting,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, perwakilan Pemerintah Australia, Will Lee, menegaskan bahwa kerja sama kebencanaan menjadi salah satu simbol kuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia.
Ia menyinggung peristiwa kebakaran hutan besar yang melanda Australia pada 2019, ketika personel TNI turut membantu proses penanganan di New South Wales.
“Pengalaman itu menunjukkan kuatnya hubungan Indonesia dan Australia. Ada semangat gotong royong dan saling membantu ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Will Lee.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
