SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan tambahan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar yang diterima PT Jamkrida Jawa Timur (Jamkrida Jatim) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif sekaligus mendukung berbagai program strategis pemerintah.
Direktur Utama PT Jamkrida Jatim, Untung Heri Sukariyanto, menegaskan bahwa dana segar tersebut akan dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas penjaminan kredit, terutama bagi sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Jawa Timur.
Sebanyak 35 persen dari tambahan modal akan difokuskan pada sektor pertanian. Porsi yang sama juga dialokasikan untuk industri pengolahan, sementara sektor perkebunan memperoleh 15 persen dan perdagangan serta jasa mendapatkan alokasi 10 persen.
"Pertanian merupakan sektor unggulan Jawa Timur. Dengan tambahan penyertaan modal ini, kapasitas penjaminan kredit akan semakin besar sehingga lebih banyak pelaku usaha, termasuk petani dan UMKM, dapat mengakses pembiayaan," ujar Untung dalam Diskusi Publik bertema "Memperkuat Kolaborasi BUMD Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan UMKM Jawa Timur" yang digelar Pokja Wartawan Indrapura di Ruang Banmus DPRD Jawa Timur, Selasa (30/6/2026).
Menurut Untung, penguatan sektor pertanian tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui akses permodalan yang lebih luas.
Selain fokus pada sektor pertanian, Jamkrida Jatim juga menyatakan kesiapan mendukung berbagai program prioritas pemerintah pusat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui skema penjaminan kredit.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
