SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Industri percetakan di Indonesia terus menunjukkan geliat positif seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan cetak, kemasan (packaging), promosi visual, hingga produk yang dipersonalisasi. Kondisi ini mendorong pelaku usaha untuk memperbarui teknologi produksi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Namun, modernisasi mesin produksi bukan perkara mudah. Investasi yang dibutuhkan relatif besar sehingga banyak pelaku usaha membutuhkan dukungan pembiayaan untuk mempercepat ekspansi bisnis tanpa mengganggu arus kas perusahaan.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) kembali ambil bagian dalam Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 yang digelar di Grand City Convex Surabaya pada 8–11 Juli 2026. Dalam ajang ini, perusahaan menawarkan berbagai solusi pembiayaan mesin produksi bagi pelaku industri printing dan manufaktur.
Machinery Business Head BFI Finance, Amelia Tjahjadi, mengatakan sektor percetakan menjadi salah satu industri yang terus berkembang dengan kebutuhan investasi mesin yang cukup tinggi.
"Kehadiran BFI Finance di Surabaya Printing Expo merupakan bentuk komitmen kami untuk membantu pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan yang cepat, fleksibel, dan sesuai kebutuhan bisnis mereka," ujar Amelia.
Selama pameran berlangsung, BFI Finance menghadirkan sejumlah penawaran khusus yang dapat dimanfaatkan pengunjung. Program tersebut antara lain bunga 0 persen untuk supplier rekanan tertentu melalui skema subsidi, potongan biaya provisi menjadi 0,75 persen dari tarif normal 1,25 persen, serta pembebasan biaya administrasi.
Layanan pembiayaan yang ditawarkan tidak hanya mencakup mesin digital printing, mesin A3+, offset, Direct to Garment (DTG), Direct to Film (DTF), hingga laser cutting. BFI Finance juga menyediakan pembiayaan berbagai mesin produksi untuk sektor manufaktur, woodworking, layanan kesehatan (healthcare), serta peralatan teknologi informasi (IT equipment).
Data internal perusahaan menunjukkan, pembiayaan mesin industri printing di wilayah Jawa Timur masih mendominasi portofolio pembiayaan mesin. Tingginya permintaan tersebut mencerminkan besarnya investasi yang dilakukan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas produksi.
Tak hanya pembiayaan konvensional, tahun ini BFI Finance juga memperkenalkan layanan pembiayaan mesin berbasis syariah menggunakan akad murabahah. Skema ini ditujukan bagi pelaku usaha yang menginginkan alternatif pembiayaan sesuai prinsip syariah.
"Kami melihat kebutuhan pelaku usaha kini semakin beragam. Karena itu, selain pembiayaan konvensional, kami juga menghadirkan pembiayaan mesin syariah agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan sesuai preferensi masing-masing," kata Amelia.
Sementara itu, Area Manager Business Surabaya BFI Finance, Fransisca Kusuma Dewi, menilai Jawa Timur masih menjadi salah satu kawasan dengan potensi pertumbuhan industri manufaktur yang sangat besar.
Menurutnya, keikutsertaan BFI Finance dalam Surabaya Printing Expo menjadi momentum untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendekatkan solusi pembiayaan kepada para pelaku usaha.
"Jawa Timur merupakan salah satu pusat pertumbuhan industri di Indonesia. Kami ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha dan mendukung mereka meningkatkan kapasitas produksi agar mampu menangkap peluang bisnis di masa depan," ujarnya.
Untuk memudahkan akses layanan, BFI Finance saat ini melayani pembiayaan mesin melalui dua kantor cabang di Surabaya, yakni BFI Finance Cabang Surabaya 1 di kawasan RMI Bratang dan BFI Finance Cabang Surabaya 3 di Kapas Krampung.
Melalui partisipasi di Surabaya Printing Expo 2026, BFI Finance berharap dapat terus berkontribusi dalam mendorong modernisasi mesin produksi nasional, memperkuat daya saing industri printing, serta mendukung pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
