Strategi Pengembang Properti Surabaya Bertahan di Tengah Perlambatan Ekonomi

Lukman Hakim
Apartemen Westown View di Wiyung, Surabaya barat. (Foto : Lukman Hakim).

​SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pasar properti, khususnya segmen apartemen, masih harus menghadapi tantangan berat di tengah perlambatan ekonomi makro

Meski minat masyarakat terhadap hunian vertikal tetap terjaga, keputusan untuk membeli maupun berinvestasi dinilai belum seagresif beberapa tahun lalu.

​Situasi ini diakui oleh Direktur Utama Westown View, Wahyu Setyaningsih. Ia mengungkapkan bahwa permintaan (demand) pasar properti saat ini memang belum sekuat periode emas industri apartemen pada tahun 2018 silam. 

Merespons dinamika tersebut, pihaknya memilih menerapkan strategi bisnis yang lebih konservatif dengan memprioritaskan penyelesaian proyek berjalan demi menjaga kepercayaan pasar.

​"Kami tidak memungkiri bahwa demand pasar properti saat ini tidak sebagus dulu. Daripada memaksakan ekspansi baru yang hasilnya kurang optimal, kami memilih fokus menyelesaikan komitmen kepada konsumen," ujar Wahyu, Sabtu (11/7/2026).

​Komitmen tersebut diwujudkan dengan perampungan total pembangunan Tower 1 yang kini telah selesai 100 persen. Proses serah terima unit (handover) kepada konsumen bahkan telah bergulir secara bertahap sejak Januari 2025.

​Di tengah perlambatan pasar secara umum, kawasan Surabaya Barat, khususnya wilayah Wiyung, dinilai masih menyimpan prospek investasi yang sangat menjanjikan. 

Hal ini didorong oleh masifnya pembangunan infrastruktur strategis, seperti Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB), serta kemudahan akses mobilitas melalui Tol Surabaya-Mojokerto dan Tol Gunungsari.

​"Surabaya Barat berkembang sangat pesat. Akses semakin mudah dan kawasan komersial terus bertambah, sehingga nilai investasinya masih sangat menjanjikan," tambahnya.

​Westown View sendiri merangkum 954 unit apartemen dan area komersial yang dipasarkan dengan rentang harga Rp400 juta hingga Rp1,3 miliar. 

Menariknya, untuk tipe loft yang mengusung konsep Small Office Home Office (SOHO), sebagian besar unitnya kini telah aktif dimanfaatkan sebagai ruang kantor operasional, mulai dari kantor notaris hingga perusahaan ekspor-impor.

​Sepanjang tahun 2026, manajemen mencatat adanya pergeseran profil pembeli yang menarik. Jika pada masa awal proyek didominasi oleh end-user (pengguna akhir), kini komposisinya bergerak seimbang dengan para investor.

​"Awalnya sekitar 50 persen pembeli merupakan end-user, terutama dari kalangan eksekutif muda. Namun memasuki tahun 2026, porsinya menjadi lebih seimbang antara end-user dan investor seiring tingginya permintaan sewa hunian di kawasan ini," jelas Wahyu.

​Tren positif ini turut memikat para investor luar daerah untuk memborong lebih dari satu unit untuk dijadikan instrumen pendapatan pasif (passive income). 

Saat ini, tingkat imbal hasil (rental yield) apartemen di kawasan tersebut berada di kisaran 6 persen per tahun, dengan tarif sewa berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan, tergantung pada tipe dan kondisi interior unit.

​Selain potensi sewa, nilai kapital (capital gain) apartemen ini terus merangkak naik. Unit yang pada masa awal pemasaran dibanderol Rp300 juta hingga Rp375 juta, kini nilainya telah menembus kisaran Rp450 juta untuk spesifikasi yang sama.

​Meskipun laju konversi penjualan melambat karena konsumen cenderung lebih berhati-hati, minat calon pembeli (leads) diklaim terus menunjukkan grafik pertumbuhan yang positif. Pihak manajemen optimistis pasar akan kembali bergairah seiring pulihnya kondisi ekonomi nasional.

​Optimisme ini kian diperkuat dengan hadirnya berbagai fasilitas penunjang baru di dalam kawasan Westown View. Mulai 13 Juli 2026, institusi pendidikan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) West dijadwalkan akan resmi beroperasi di dalam kawasan terpadu tersebut.

​Marketing Manager Westown View, Tedy Setiawan, menambahkan bahwa kehadiran sekolah ini secara otomatis akan menciptakan captive market baru yang potensial. Mulai dari keluarga muda, tenaga pendidik, hingga profesional yang membutuhkan hunian dekat dengan tempat aktivitas.

​Guna memantapkan keyakinan pasar, Westown View juga telah membuka show unit terbaru berkonsep tropical architecture. Fasilitas ini dihadirkan agar calon pembeli dan investor dapat melihat secara langsung kualitas material, tata ruang, serta visualisasi nyata hunian siap pakai tersebut.

​“Dengan dukungan infrastruktur, fasilitas kawasan yang semakin lengkap, serta kesiapan unit yang telah dapat dihuni, kami optimistis prospek investasi apartemen di Surabaya Barat akan terus bertumbuh positif,” pungkas Tedy.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network