Menurut Emil, pembangunan industri saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara terpisah antar sektor.
"Pertumbuhan industri hari ini tidak lagi bisa dipandang secara sektoral karena tantangannya semakin kompleks. Persaingan tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara sektor manufaktur, energi, utilitas, dan agrikultur menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing Jawa Timur di tingkat nasional maupun global.
Di balik berkembangnya kawasan industri, pasokan listrik yang stabil serta sistem pengelolaan air menjadi dua kebutuhan utama yang menentukan kelancaran proses produksi.
Melalui Electric & Power Indonesia–Surabaya, berbagai teknologi pembangkitan listrik, distribusi energi, smart grid, energi baru terbarukan, sistem penyimpanan energi, hingga solusi efisiensi energi dipamerkan untuk mendukung kebutuhan industri modern.
Sementara itu, Water Indonesia–Surabaya menghadirkan inovasi pengolahan air bersih, pengelolaan air limbah, teknologi filtrasi, konservasi air, hingga sistem utilitas yang mendukung operasional industri berkelanjutan.
Selain pameran teknologi, Indonesia Energy Week Surabaya juga menjadi forum diskusi melalui seminar bertema "East Java Driving Indonesia's Energy Transition" yang digelar bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur.
Forum tersebut menghadirkan pemerintah, PLN Group, akademisi, lembaga pembiayaan, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan energi serta tantangan transisi energi di Jawa Timur.
Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan penyelenggaraan tiga pameran secara bersamaan merupakan upaya membangun platform industri yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, industri modern membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari manufaktur, energi, utilitas, teknologi, hingga agrikultur.
Sebanyak lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara ambil bagian dalam ajang ini. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat konektivitas industri Indonesia dengan jaringan bisnis internasional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di sektor energi dan manufaktur.
Indonesia Energy Week Surabaya juga menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026, yang sebelumnya digelar di Balikpapan dan akan berlanjut di Jakarta sebagai puncak pertemuan industri nasional dan internasional. Dengan sinergi tersebut, Surabaya semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pertumbuhan industri, energi, dan manufaktur di Indonesia Timur.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
