BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Hubungan kerja sama Indonesia dan Australia di sektor kemaritiman terus diperkuat. Hal itu ditandai dengan kunjungan kehormatan Konsulat Jenderal Australia ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi, Banyuwangi, yang juga dihadiri jajaran Basarnas Banyuwangi.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat koordinasi lintas lembaga sekaligus membangun sinergi dalam meningkatkan keselamatan pelayaran serta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan Banyuwangi.
Rombongan Konsulat Jenderal Australia disambut langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Banyuwangi, I Made Oka Astawa, bersama Kepala KSOP Kelas III Tanjung Wangi beserta jajaran.
I Made Oka Astawa mengatakan pihaknya menerima undangan dalam agenda kunjungan kehormatan yang digelar di Kantor KSOP Kelas III Tanjung Wangi.
"Pertemuan berlangsung penuh semangat kolaborasi guna memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung keselamatan pelayaran dan penanganan keadaan darurat di wilayah perairan Banyuwangi," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, KSOP Kelas III Tanjung Wangi memaparkan tugas pokok, fungsi, serta wilayah kerjanya. Sementara itu, Basarnas Banyuwangi menjelaskan peran, kemampuan, dan cakupan operasional pencarian serta pertolongan yang menjadi tanggung jawab institusi tersebut.
Tak hanya saling mengenalkan tugas masing-masing, kedua pihak juga berdiskusi mengenai mekanisme koordinasi dalam penanganan kecelakaan kapal maupun berbagai situasi darurat yang terjadi di wilayah perairan Banyuwangi.
"Diskusi juga membahas mekanisme koordinasi dan penanganan kecelakaan maupun kondisi darurat di wilayah kerja KSOP dan Basarnas Banyuwangi," kata I Made Oka Astawa.
Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat komunikasi antarpemangku kepentingan, termasuk mitra internasional, sehingga pelayanan kemanusiaan di bidang pencarian dan pertolongan dapat terus ditingkatkan.
"Sinergi yang baik antara Basarnas, KSOP, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk mitra internasional, merupakan faktor penting dalam mewujudkan respons Search and Rescue yang cepat, tepat, dan profesional. Melalui koordinasi yang kuat, kami optimistis pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," ungkapnya.
Melalui kunjungan ini, diharapkan kolaborasi antara Basarnas Banyuwangi, KSOP Tanjung Wangi, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor maritim semakin solid. Dengan koordinasi yang semakin kuat, penanganan kecelakaan pelayaran maupun keadaan darurat lainnya di wilayah perairan Banyuwangi diharapkan dapat berlangsung lebih efektif, terpadu, dan optimal demi menjamin keselamatan masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
