SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan. Di tangan yang tepat, barang bekas justru bisa berubah menjadi karya yang memiliki nilai guna.
Pesan itu yang coba dikenalkan kepada 50 anak berkebutuhan khusus dari Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) Aora-Wistara saat mengikuti kegiatan Outing Creative Inklusi Peduli Lingkungan di Kampung Edukasi Sampah, Kelurahan Sekardangan, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Selasa (8/9/2026).
Berbeda dari pelatihan yang berlangsung di dalam ruangan, kegiatan tersebut dikemas secara interaktif di luar kelas. Anak-anak diajak langsung mengenal lingkungan, belajar memilah sampah, sekaligus mempraktikkan cara sederhana memanfaatkan barang bekas.
Bagi peserta, memilah sampah menjadi langkah awal untuk menjaga lingkungan. Sampah organik dan anorganik dikenalkan agar tidak langsung tercampur dan seluruhnya berakhir sebagai timbunan.
Sebanyak 50 anak berkebutuhan khusus dari LPK Aora belajar memilah sampah dan mengolah barang bekas menjadi karya kreatif di Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo. Foto iNewsSurabaya.id/arif
Pegiat lingkungan sekaligus Founder Kampung Edukasi Sampah, Edi Priyanto, mengatakan sampah sebenarnya masih memiliki nilai apabila dikelola dengan cara yang tepat.
“Memang sampah itu kotor, bau, dan tidak indah dipandang. Tapi kalau dikelola dengan baik, sampah bisa memiliki nilai jual,” kata Edi.
Menurut Edi, pemilihan konsep outing creative bukan tanpa alasan. Anak-anak dinilai akan lebih mudah memahami materi ketika mereka bisa melihat, menyentuh, dan mempraktikkan langsung apa yang dipelajari.
Pelatihan di luar ruangan juga dinilai lebih menyenangkan dibandingkan kegiatan yang hanya dilakukan di dalam kelas. Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi bisa diterapkan kembali di rumah maupun sekolah.
“Karena mereka praktik secara interaktif. Pengalaman itu bisa ditularkan kepada orang tua atau komunitas di sekitarnya,” lanjut Edi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
