Game Dingdong Jadul Kembali Tren di Surabaya, Kini Dilirik Generasi Alpha

Andika
Konsol game elektronik jaman dulu (jadul) kembali diminati. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Konsol game elektronik jaman dulu (jadul) yang populer pada era 2000-an dengan sebutan dingdong kembali diminati. Di Surabaya, permainan arcade klasik tersebut mulai menjadi tren dan bahkan menarik perhatian Generasi Alpha.

Havis Jatikusuma, penggagas sekaligus pembuat konsol game dingdong jadul, mengatakan permintaan terhadap konsol buatannya terus meningkat sejak pertama kali dikembangkan pada 2024.

Menurut Havis, ide membuat konsol game arcade tersebut berawal dari kondisi dirinya yang kehilangan pekerjaan pada 2023. Hampir setahun menganggur, ia kemudian mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di rumah.

"Awal mula usaha di bidang game jadul karena tidak ada pilihan. Tahun 2023 saya di rumah karena kehilangan pekerjaan. Sempat menganggur hampir satu tahun dan tidak tahu mau ngapain. Cari kerja lagi juga sudah tidak mungkin karena sudah berumur," ujar Havis, Selasa (8/9/2026).

Saat membereskan gudang, Havis berencana menjual sejumlah barang bekas kepada tukang rombeng. Namun, ia merasa keberatan ketika televisi tabung Sony miliknya yang dahulu dibeli dengan harga jutaan rupiah hanya dihargai sekitar Rp30 ribu.

"Ketika TV tabung Sony saya yang dulu dibeli sampai jutaan rupiah hanya dihargai Rp30 ribu, saya tidak ikhlas. Akhirnya TV itu tidak jadi saya jual sebagai barang rongsokan. Saya perbaiki lagi sesuai dengan ilmu yang saya punya," katanya.

Televisi tersebut kemudian dimodifikasi menjadi konsol game arcade atau dingdong dengan konsep permainan klasik. Dari ide yang awalnya dianggap tidak biasa itu, Havis akhirnya berhasil membuat konsol game yang kini justru mendapat respons positif dari masyarakat.

"Saya modifikasi untuk dijadikan game arcade dingdong jadul. Akhirnya jadilah ide yang tidak wajar ini," tutur Havis.

Kehadiran kembali game dingdong juga membawa nostalgia bagi generasi yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Bermain game arcade bersama teman menjadi salah satu hiburan yang cukup populer, terutama bagi mereka yang tidak memiliki konsol game di rumah.

Salah satu permainan yang identik dengan era dingdong adalah Street Fighter. Game pertarungan tersebut menjadi favorit banyak pemain karena menghadirkan beragam karakter ikonik, seperti Ryu, Ken, Dhalsim, Blanka, Vega, Guile hingga Akuma.

Jurusan andalan seperti Hadouken milik Ryu dan Ken juga menjadi bagian dari kenangan para pemain. Di kalangan anak-anak pada masa itu, jurus tersebut bahkan kerap disebut dengan istilah "abuget".

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network