get app
inews
Aa Text
Read Next : Lonjakan Harga Emas Picu Ekspansi Gerai Jual Beli di Jatim

Jumlah Warga Miskin di Jatim 3,8 Juta Orang, Tekanan Harga Pangan Masih Dominan

Senin, 09 Februari 2026 | 06:39 WIB
header img
Jumlah penduduk miskin di Jatim pada September 2025 tercatat sebanyak 3,804 juta orang. Foto/ist.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) mencatat, tingkat kemiskinan di Jatim menunjukkan tren menurun dalam satu dekade terakhir, yakni pada periode September 2015 hingga September 2025. 

Penurunan tersebut hanya sempat terganggu pada Maret 2020, September 2020, dan September 2022 akibat dampak pandemi Covid-19 serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Herum Fajarwati menjelaskan, jumlah penduduk miskin di Jatim pada September 2025 tercatat sebanyak 3,804 juta orang. 

Angka tersebut menurun sekitar 71,59 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Persentase kemiskinan juga turun menjadi 9,30 persen atau berkurang 0,20 persen poin dibandingkan periode sebelumnya.

“Secara umum, tren kemiskinan di Jatim terus menunjukkan perbaikan. Penurunan ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang positif serta membaiknya sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat,” ujar Herum, Minggu (8/2/2026).

Berdasarkan wilayah tempat tinggal, penurunan kemiskinan terjadi baik di perkotaan maupun perdesaan. Pada periode Maret 2025 hingga September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang sekitar 3,4 ribu orang, sedangkan di perdesaan turun sekitar 68,2 ribu orang. 

Persentase kemiskinan di perkotaan menurun dari 7,00 persen menjadi 6,93 persen, sementara di perdesaan turun dari 12,86 persen menjadi 12,55 persen.

Herum menambahkan, sejumlah faktor turut memengaruhi penurunan tingkat kemiskinan. Di antaranya, inflasi yang relatif terkendali sebesar 2,53 persen secara tahunan pada September 2025, pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,22 persen pada triwulan III 2025, serta pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,91 persen pada periode yang sama.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2025 tercatat sebesar 3,88 persen, turun 0,31 persen poin dibandingkan Agustus 2024. Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat menjadi 115,05 pada September 2025 atau naik 4,15 persen dibandingkan Februari 2025.

“Perbaikan indikator ekonomi, termasuk konsumsi rumah tangga dan kesejahteraan petani, memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan kemiskinan,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut