get app
inews
Aa Text
Read Next : Dukung Program Nasional, Polda Jatim dan Polres Jajaran Kerja Bakti Serentak

Penjualan Properti Residensial Tumbuh 7,83 Persen, Segmen Premium Surabaya Ikut Menguat

Minggu, 08 Februari 2026 | 11:39 WIB
header img
Pakuwon Group menggelar Pakuwon Group Property Exhibition 2026 pada 6–8 Februari 2026 di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya. Foto/ist.

​SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sektor properti residensial di pasar primer menunjukkan sinyal positif pada penutup tahun 2025. 

Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, penjualan unit properti tumbuh sebesar 7,83% (yoy) pada triwulan IV 2025, melonjak signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya yang sempat terkontraksi 1,29% (yoy).

​Meskipun Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh terbatas di angka 0,83% (yoy), minat masyarakat terhadap hunian tetap tinggi. Menariknya, pertumbuhan ini didominasi oleh unit tipe kecil dan menengah, sementara tipe besar masih dalam tahap penyesuaian.

​Berseberangan dengan data makro yang menunjukkan kontraksi pada tipe besar, Pakuwon Group justru mencatat tren positif pada segmen premium di Surabaya. Menangkap peluang tersebut, Pakuwon menyiapkan peluncuran tahap kedua klaster Belvedere di Pakuwon Indah pada akhir Februari 2026.

​Klaster eksklusif ini menawarkan 20 unit hunian dengan rentang harga Rp10 miliar hingga Rp25 miliar. Head of Sales & Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, menyebut bahwa pembeli di segmen ini memiliki daya beli yang sangat kuat.

​"Tahun lalu, rumah di kisaran Rp10 miliar hingga Rp20 miliar banyak yang dibayar cash. Berbeda dengan segmen menengah yang sering terkendala analisis perbankan saat pengajuan KPR," ungkap Liliani di sela Pakuwon Group Property Exhibition 2026 di Pakuwon Mall Surabaya, Minggu (6/2/2026).

​Data BI menunjukkan bahwa secara nasional, 70,88% pembeli masih mengandalkan KPR. Namun, di segmen super mewah Pakuwon, terjadi pergeseran menarik di mana 40% transaksi dilakukan secara tunai dan 60% melalui KPR.

​Loyalitas konsumen juga menjadi kunci. Sekitar 50% pembeli Pakuwon pada 2025 adalah repeat buyer, pelanggan lama yang melakukan upgrade hunian atau membeli unit tambahan untuk anak-anak mereka. Mayoritas pembeli ini adalah end-user (pemakai langsung), bukan investor.

“Kebanyakan repeat buyer. Mereka pelanggan loyal yang sebelumnya membeli rumah lebih kecil, kemudian melakukan upgrade atau membeli untuk anaknya,” jelasnya.

Menurut Liliani, pembelian rumah di segmen harga Rp10 miliar ke atas mayoritas merupakan end user atau pembeli yang akan langsung menempati hunian, bukan investor.  “Dari sisi pembiayaan, sekitar 60 persen transaksi masih menggunakan skema KPR, sedangkan 40 persen lainnya dilakukan secara tunai,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut