Meski demikian, Aries mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan program, terutama terkait durasi pelatihan yang dinilai cukup singkat. Berdasarkan masukan peserta dan instruktur, sebagian materi masih memerlukan waktu pendalaman agar keseimbangan antara teori dan praktik dapat tercapai secara optimal.
"Dunia industri berkembang sangat cepat. Karena itu kami akan terus mendorong pelatihan-pelatihan bagi guru agar mereka mampu mengikuti perkembangan teknologi. Harapannya, para siswa nantinya juga memiliki keterampilan digital yang sesuai dengan kebutuhan industri," tegas Aries.
Salah seorang peserta, Heri Purwanto, guru SMKN 7 Malang, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan web desain. Baginya, pelatihan yang diselenggarakan UPT PTKK Dindik Jatim menjadi kesempatan untuk memperbarui kompetensi yang nantinya akan diterapkan di ruang kelas.
"Selama tiga hari mengikuti pelatihan web desain, kami memperoleh banyak manfaat. Hari pertama lebih banyak teori, kemudian dilanjutkan praktik sehingga kami mulai memahami dasar-dasar desain web, mulai dari penyusunan struktur, frame, hingga elemen yang dapat memperjelas dan memperindah tampilan website," kata Heri.
Ia menambahkan, materi yang diperoleh akan diterapkan dalam pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di sekolah. Para siswa nantinya akan dikenalkan dengan dasar-dasar pengembangan website, mulai dari menyusun struktur halaman hingga merancang tampilan yang menarik dan mudah digunakan.
Melalui pelatihan dan uji kompetensi ini, Dindik Jawa Timur berharap kualitas guru vokasi terus meningkat sehingga mampu mencetak lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
