SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan tren konsumsi kopi di kalangan anak muda mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan strategi bisnisnya. Banyak cafe yang memutuskan untuk membidik Gen Z sebagai pengembangan pasar baru.
Langkah ini dilakukan The Gade Coffee & Gold Surabaya yang mulai memperkuat pendekatan kepada kalangan Generasi Z (Gen Z) melalui kolaborasi dengan komunitas lokal serta menghadirkan menu yang mengikuti tren.
Store Manager The Gade Coffee & Gold Surabaya, M. Choirul Anam, mengatakan strategi tersebut dilakukan karena Gen Z dinilai menjadi salah satu segmen yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bisnis kedai kopi saat ini.
"Kalau melihat tren pada semester pertama tahun ini, arahnya memang sudah bergeser ke generasi sekarang, terutama Gen Z. Karena itu kami berupaya lebih dekat dengan mereka, sekaligus mengenalkan aplikasi Pegadaian Digital melalui aktivitas yang ada di The Gade Coffee," kata M. Choirul Anam.
Menurut Anam, pendekatan kepada anak muda tidak hanya dilakukan melalui penyediaan minuman, tetapi juga dengan membuka ruang bagi berbagai aktivitas komunitas.
"Kami memberikan voucher diskon minuman, kemudian membuka tempat untuk workshop atau komunitas yang ingin mengadakan acara di The Gade Coffee tanpa dipungut biaya. Belakangan kami juga cukup aktif berkolaborasi dengan UMKM dan komunitas lokal di Surabaya," ujarnya.
Selain membangun ekosistem komunitas, The Gade Coffee juga menyesuaikan pilihan menu dengan selera pasar. Beberapa menu baru yang sedang dipersiapkan antara lain varian kopi pistachio, croissant, minuman jus, hingga aneka minuman soda sebagai pelengkap pilihan bagi pelanggan.
Anam mengungkapkan inovasi tersebut mulai berdampak terhadap pertumbuhan penjualan.
"Pendapatan menunjukkan peningkatan setiap bulan. Mungkin karena masyarakat sudah mulai mengenal The Gade Coffee, tetapi kami tetap mengupayakan berbagai program agar pelanggan terus datang," katanya.
Di sisi lain, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil diakui menjadi tantangan bagi industri makanan dan minuman. Menurut Anam, pelaku usaha harus mampu beradaptasi agar tetap bertahan di tengah perubahan daya beli masyarakat.
"Sangat berpengaruh. Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, kami harus lebih mawas diri dan terus berusaha agar tidak tergerus oleh situasi ekonomi," tutur M. Choirul Anam.
Ia menambahkan, adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, inovasi produk, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas menjadi langkah yang terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan bisnis kedai kopi yang semakin kompetitif.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
