SAMPANG, iNewsSurabaya.id – Daun, bunga hingga batang tanaman yang selama ini mudah ditemukan di lingkungan sekitar ternyata bisa menjadi media untuk menghasilkan karya seni. Potensi tersebut diperkenalkan Pengurus Daerah (PD) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Sampang melalui simulasi dan sosialisasi ecoprint.
Kegiatan yang digelar bersama para ketua Pengurus Cabang (PC) Himpaudi kecamatan se-Kabupaten Sampang itu berlangsung di PC Himpaudi Kecamatan Banyuates, Sampang.
Tidak sekadar memberikan teori, peserta diajak melihat sekaligus mempraktikkan proses pemanfaatan bahan alami untuk menghasilkan motif pada kain maupun media lainnya. Cara tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan kreatif yang nantinya dikembangkan dalam pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD).
Himpaudi Sampang mengenalkan teknik ecoprint kepada pendidik PAUD. Daun, bunga, dan bahan alami disulap menjadi karya unik yang ramah lingkungan. Foto iNewsSurabaya.id/ist
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Nawiyah S.Pd, Tria Septiani S.Pd, Sa'id S.Pdi, serta Ketua Himpaudi juga Pengurus Daerah (PD) Kabupaten Sampang Rosul S.Pd, M.Pd.
Salah satu narasumber, Tria Septiani S.Pd, menjelaskan bahwa ecoprint merupakan teknik seni yang memanfaatkan bagian tumbuhan untuk memindahkan bentuk sekaligus warna alaminya ke permukaan kain atau kulit.
“Ecoprint adalah teknik seni memindahkan bentuk dan warna alami dari daun, bunga atau batang langsung ke permukaan kain maupun kulit. Prosesnya ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia buatan,” kata Tria.
Menurutnya, daya tarik ecoprint tidak hanya terletak pada proses yang memanfaatkan bahan alami. Hasil akhirnya juga memiliki karakter yang sulit dibuat seragam.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
