Menurut Widyaswendra, keberadaan truk peti kemas tidak bisa dipisahkan dari aktivitas logistik pelabuhan. Kendaraan tersebut menjadi penghubung penting antara terminal dan kawasan hinterland.
Dengan intensitas operasional yang cukup tinggi, kondisi mesin dan sistem pembakaran kendaraan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Perawatan kendaraan secara berkala dinilai dapat membantu menjaga performa sekaligus menekan emisi gas buang.
Karena itu, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi perusahaan angkutan dan pengemudi. Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi mesin, efisiensi pembakaran, serta sistem pengendalian emisi kendaraan.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya melakukan pengukuran terhadap kondisi emisi kendaraan, tetapi juga mendorong pengguna jasa dan mitra transportasi untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aspek lingkungan dalam kegiatan operasional,” ujar Widyaswendra.
Ia menambahkan, data hasil pengujian dapat menjadi informasi awal bagi pemilik kendaraan. Jika ditemukan parameter emisi yang belum memenuhi ketentuan, pemilik kendaraan dapat segera melakukan evaluasi dan pemeliharaan.
Pengemudi Sambut Positif
Pelaksanaan uji emisi juga mendapat respons positif dari pengemudi truk peti kemas. Ahmad Basuni, pengemudi yang telah menjalani profesinya selama sembilan tahun, mengaku proses pemeriksaan relatif sederhana dan tidak mengganggu aktivitas operasional.
“Proses uji emisinya mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Menurut saya kegiatan seperti ini bagus dan kalau bisa dilakukan secara rutin, karena kita sebagai pengemudi juga jadi tahu kondisi emisi kendaraan yang kita bawa,” kata Ahmad.
PTP berharap pemeriksaan terhadap 100 kendaraan di dua terminal tersebut dapat meningkatkan kesadaran perusahaan angkutan maupun pengemudi terhadap kondisi teknis kendaraan.
Kendaraan dengan mesin dan sistem pembakaran yang terawat dinilai tidak hanya membantu mengurangi emisi, tetapi juga dapat mendukung efisiensi operasional serta menjaga keandalan angkutan peti kemas.
Program “Merdeka dari Emisi” tersebut menjadi salah satu langkah PTP dan Pelindo Regional 3 untuk mendorong aktivitas logistik yang lebih rendah emisi. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan di kawasan pelabuhan dan operasional logistik yang lebih efisien, aman, serta berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 13 tentang penanganan perubahan iklim, khususnya melalui upaya pengendalian emisi dari kendaraan yang menjadi bagian dari rantai transportasi logistik.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
