Andrew menjelaskan, BP Nuswantara menggabungkan pengalaman BP Consulting Group dalam menangani ribuan proyek strategis dengan pemahaman lokal yang dimiliki NUS Consulting.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena setiap daerah memiliki karakter pasar dan tantangan ekonomi yang berbeda. Pendekatan bisnis yang efektif, kata dia, tidak selalu dapat diterapkan dengan pola yang sama di setiap wilayah.
Karena itu, pendampingan perlu mempertimbangkan kondisi pasar, karakter industri, serta kebutuhan organisasi di daerah.
Melalui BP Nuswantara, sejumlah layanan konsultasi disiapkan. Di antaranya riset pasar, strategi korporasi, mergers and acquisitions (M&A), peningkatan efisiensi operasional, penjualan dan distribusi, hingga transformasi organisasi.
Layanan tersebut tidak hanya ditujukan kepada perusahaan swasta. BP Nuswantara juga membuka peluang kerja sama dengan kementerian, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, asosiasi industri, serta institusi publik lainnya.
Founder & Managing Partner BP Consulting Group sekaligus Komisaris Utama BP Nuswantara, Anthony Soehartono, menilai Jawa Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar.
Menurut Anthony, keberagaman sektor ekonomi di Jawa Tengah menjadi salah satu alasan wilayah tersebut dinilai strategis untuk pengembangan layanan konsultasi manajemen.
“Ekspansi ke Jawa Tengah merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak, mendekatkan kapabilitas BP kepada lebih banyak organisasi, serta memperkuat kontribusi dalam meningkatkan daya saing perusahaan Indonesia,” katanya.
Ia menyebut ekosistem ekonomi Jawa Tengah cukup beragam. Mulai dari perusahaan keluarga, industri manufaktur, perdagangan, jasa, ekonomi kreatif, hingga sektor publik yang kini menghadapi tuntutan transformasi.
Keragaman tersebut membuat kebutuhan pendampingan bisnis juga semakin luas, terutama ketika perusahaan harus mengambil keputusan di tengah perubahan pasar dan persaingan yang semakin ketat.
Tak Sekadar Memberi Rekomendasi
Dari sisi NUS Consulting, pendirian BP Nuswantara menjadi respons terhadap kebutuhan organisasi di Jawa Tengah yang tidak hanya membutuhkan rekomendasi bisnis.
Founder NUS Consulting sekaligus Direktur Utama BP Nuswantara, Bandoro Raden Mas Suryo Adhityo Nuswantoro, mengatakan perusahaan dan organisasi kini berhadapan dengan tantangan yang semakin kompleks.
Situasi tersebut membuat pengambilan keputusan strategis sekaligus penguatan kapasitas organisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
“Kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap mitra strategis yang mampu membantu organisasi mengambil keputusan yang tepat dan membangun kapasitas jangka panjang. BP Nuswantara hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Co-founder NUS Consulting sekaligus Komisaris BP Nuswantara, Zaki Ibrahim. Ia menilai keberhasilan transformasi organisasi tidak cukup hanya dengan menyusun strategi.
Implementasi yang konsisten diperlukan agar strategi yang telah dibuat dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
“Kami percaya transformasi organisasi tidak hanya membutuhkan strategi yang baik, tetapi juga kemitraan yang kuat,” katanya.
Targetkan Pendampingan Bisnis di Jawa Tengah
Kolaborasi BP Consulting Group dan NUS Consulting melalui BP Nuswantara menunjukkan adanya peluang sekaligus kebutuhan terhadap layanan konsultasi manajemen di Jawa Tengah.
Dengan memadukan pengalaman konsultasi dan pemahaman terhadap karakteristik bisnis lokal, BP Nuswantara diposisikan sebagai mitra strategis bagi perusahaan dan institusi yang menghadapi perubahan ekonomi, persaingan pasar, maupun kebutuhan transformasi organisasi.
BP Consulting Group sendiri disebut telah mendampingi lebih dari 500 perusahaan dan organisasi melalui lebih dari 4.800 proyek strategis di berbagai sektor industri di Indonesia.
Sementara itu, NUS Consulting membawa pengalaman pendampingan organisasi di Jawa Tengah, termasuk pemahaman terhadap karakteristik dunia usaha dan sektor publik di wilayah tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
