Hadapi Tantangan Ekonomi, Bank Jatim Jaga Pertumbuhan Bisnis

Lukman Hakim
Kinerja bertumbuh, Bank Jatim fokus menjaga kualitas aset. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim terus memperkuat fundamental bisnis dan transformasi perusahaan di tengah dinamika perekonomian global dan nasional.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, kondisi perekonomian pada 2026 masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari ketegangan geopolitik, perang dagang, risiko pangan dan energi, hingga dinamika nilai tukar dan harga komoditas.

Di dalam negeri, tantangan juga berasal dari pengetatan likuiditas, daya beli masyarakat yang masih tertahan, maraknya pinjaman online ilegal dan judi online, serta meningkatnya kualitas aset bermasalah, khususnya pada sektor UMKM.

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia per Juni 2026 tercatat 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Sementara itu, ekonomi Jatim tumbuh kumulatif 5,84 persen.

“Kontribusi Jatim mencapai 25,40 persen terhadap perekonomian Pulau Jawa dan 14,34 persen terhadap perekonomian Indonesia,” terangnya saat Public Expose Bank Jatim Tahun 2026 yang digelar secara daring, Rabu (9/9/2026). 

Di tengah kondisi tersebut, Bank Jatim menerapkan strategi dengan fokus pada pengelolaan likuiditas, pertumbuhan kredit secara selektif, efisiensi, peningkatan transaksi digital, serta pengendalian kualitas aset sesuai dengan risk appetite perusahaan.

Direktur Keuangan dan Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto mengatakan, hingga Triwulan II 2026, kinerja konsolidasi Bank Jatim menunjukkan pertumbuhan positif.

Total aset konsolidasi mencapai Rp162 triliun atau tumbuh 37,16 persen yoy. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang peningkatan aset produktif, dengan penyaluran kredit mencapai Rp111 triliun atau tumbuh 41,68 persen yoy.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, tumbuh 31,47 persen yoy. Pendapatan bunga bersih tercatat sekitar Rp4,6 triliun, meningkat 39,5 persen yoy. Dari sisi profitabilitas, laba bersih konsolidasi mencapai sekitar Rp1,2 triliun atau tumbuh 53,4 persen yoy.

“Pertumbuhan kinerja konsolidasi ini merupakan salah satu hasil dari implementasi aksi korporasi serta penguatan sinergi Bank Jatim bersama anggota KUB. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan sinergi tersebut untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru,” jelas Wahyu.

Bank Jatim juga terus mengembangkan sinergi dengan anggota KUB melalui berbagai inisiatif bisnis dan layanan. Sinergi tersebut mencakup peningkatan transaksi internasional melalui bisnis remittance dan Trading Processing Agent, layanan safekeeping custodian untuk transaksi surat berharga, penyediaan Bank Notes, serta joint services untuk e-channel dan sistem pembayaran.

Selain itu, sinergi dikembangkan melalui penyediaan layanan perbankan bagi nasabah dengan profil khusus serta pembiayaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melalui berbagai kerja sama tersebut, Bank Jatim berupaya membangun ekosistem bisnis yang saling melengkapi sekaligus menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan pemangku kepentingan.

Secara bank only, hingga Juli 2026 Bank Jatim mencatat total aset Rp98 triliun. Penyaluran kredit mencapai Rp66,4 triliun, sedangkan DPK sebesar Rp72,9 triliun.

Di tengah strategi rebalancing bisnis dan kondisi perekonomian yang menantang, Bank Jatim masih membukukan laba bersih Rp802 miliar atau tumbuh 1,76 persen yoy.

Wahyu mengatakan, perusahaan juga terus memperkuat sumber dana murah dari masyarakat di tengah kontraksi DPK yang antara lain dipengaruhi berkurangnya Transfer ke Daerah.

Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan transactional banking, ekspansi layanan digital JConnect Mobile, program pemasaran seasonal, pengembangan ekosistem bersama business partner, serta perluasan akses layanan melalui Agen Laku Pandai dan penambahan jaringan ATM serta CRM.

“Penguatan ekosistem digital menjadi salah satu strategi utama kami untuk meningkatkan utilitas layanan, memperluas akuisisi nasabah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber dana tertentu,” ungkap Winardi.

Direktur Ritel dan Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo mengatakan, kondisi daya beli dan permintaan kredit yang masih konservatif membuat perseroan menerapkan strategi penyaluran kredit secara lebih selektif dengan tetap mengutamakan kualitas aset.

Per Juli 2026, total kredit Bank Jatim secara bank only mencapai Rp66,4 triliun atau terkontraksi 2,6 persen yoy. Segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif. 

“Oleh karena itu, kami terus mengembangkan layanan yang dapat meningkatkan nilai tambah bagi nasabah sekaligus memperkuat pangsa pasar,” papar Tonny.

Pada segmen produktif, portofolio kredit Bank Jatim mencakup segmen mikro, ritel dan menengah, serta korporasi. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu kontributor penting pada segmen mikro. Sedangkan Jatim Ritel menjadi kontributor utama pada segmen ritel dan menengah.

Untuk menjaga kualitas kredit, Bank Jatim menerapkan langkah preventif dan kuratif. Upaya tersebut meliputi evaluasi kualitas kredit, penguatan fungsi account officer dan risk, restrukturisasi, pengelolaan kredit bermasalah, perbaikan proses bisnis, peningkatan kompetensi SDM, serta monitoring dan controlling secara berkala.

Selain penguatan bisnis, Bank Jatim juga melanjutkan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan. Pada 2025, penyaluran kredit kepada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp5,40 triliun. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan, kesehatan, budaya, sosial, dan pelestarian lingkungan hidup.

Memasuki Semester II 2026, Bank Jatim akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset. Fokus perusahaan mencakup optimalisasi likuiditas, peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital, ekspansi bisnis berbasis ekosistem, penyaluran kredit secara selektif, pengendalian kualitas aset, serta penguatan sinergi bersama anggota KUB.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network