SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya langsung tancap gas mempersiapkan diri menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan awal Super League 2026/2027. Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026).
Meski harus segera bersiap menghadapi pertandingan berikutnya, tim pelatih Persebaya tidak lantas memberikan latihan dengan intensitas tinggi. Kondisi fisik pemain justru menjadi perhatian utama setelah mereka menjalani perjalanan panjang dan pertandingan sebelumnya.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, mengatakan program latihan disusun dengan memperhitungkan kondisi masing-masing pemain. Stimulus tetap diberikan agar kebugaran meningkat, tetapi beban latihan dikontrol supaya pemain tidak mengalami kelelahan berlebihan.
"Target kami sederhana. Pemain harus menyelesaikan sesi latihan dengan kondisi yang lebih baik dibandingkan ketika mereka tiba. Kami ingin meningkatkan kebugaran, mobilitas, dan kesiapan neuromuskular pemain, tetapi tetap memberikan stimulus latihan yang sesuai dengan waktu singkat di antara dua pertandingan," kata Diogo.
Persebaya tidak memberlakukan pola latihan yang sama kepada seluruh anggota skuad. Pemain yang mendapatkan menit bermain lebih banyak dalam pertandingan sebelumnya memperoleh penanganan berbeda dibandingkan mereka yang hanya bermain dalam waktu terbatas.
Perbedaan tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pemulihan dan persiapan menghadapi pertandingan berikutnya.
"Kami menggunakan berbagai data, mulai dari data pertandingan, GPS, hasil CMJ, umpan balik kondisi pemain, hingga pengamatan langsung tim pelatih. Semua itu kami gunakan untuk menyesuaikan beban latihan," jelasnya.
Pendekatan berbasis data tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan Persebaya menghadapi jadwal kompetisi yang padat. Tim pelatih harus memastikan setiap pemain memiliki kondisi fisik yang cukup untuk kembali tampil dengan intensitas tinggi.
Apalagi, pertandingan melawan PSIM Yogyakarta akan digelar di kandang sendiri. Dukungan Bonek dan Bonita di Stadion GBT diharapkan menjadi tambahan energi bagi skuad Bajol Ijo untuk memburu hasil maksimal.
Diogo menilai proses pemulihan tidak kalah penting dibandingkan latihan. Pemain harus diberi kesempatan untuk mengembalikan kondisi fisik setelah pertandingan sekaligus mendapatkan stimulus yang cukup untuk menjaga kesiapan mereka.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari seberapa berat latihan yang diberikan. Kondisi pemain ketika memasuki pertandingan menjadi tolok ukur utama.
"Tujuan akhirnya adalah memastikan pemain datang ke pertandingan berikutnya dalam kondisi segar, sudah pulih, dan siap bermain dengan intensitas tinggi," pungkasnya.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, Persebaya kini berusaha menjaga kebugaran sekaligus mempertahankan momentum positif pada awal perjalanan mereka di Super League 2026/2027. Laga kontra PSIM pun menjadi kesempatan bagi Bajol Ijo untuk kembali menunjukkan performa terbaik di hadapan publik Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
