Mas Rio Mulai Dilirik Masuk Radar Pilgub Jatim 2029

Vitrianda Hilba Siregar
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio. Foto: ist

JAKARTA, iNewsSurabaya.id  - Peta awal Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2029 mulai menarik perhatian. Sejumlah akademisi dan pengamat politik menilai kepala daerah yang memiliki rekam kerja, modal sosial, serta kemampuan komunikasi publik berpeluang berkembang menjadi figur tingkat provinsi. Salah satu nama yang mulai mendapat perhatian adalah Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo atau Mas Rio.

Akademisi Universitas Trunojoyo Madura, Tripitono Adi Prabowo, menilai masyarakat semakin mempertimbangkan kerja nyata dan dampak kebijakan ketika menilai seorang pemimpin.

"Masyarakat semakin dewasa dan cerdas dalam memilih pimpinan daerah. Saya membaca ada arus besar yang mulai bosan dengan para pemimpin yang omong doang, tetapi tidak memiliki aksi nyata yang dapat dirasakan dampaknya bagi masyarakat," kata Tripitono.

Menurut Tripitono, popularitas yang lahir dari kinerja konkret menjadi salah satu modal penting seorang figur. Ia melihat Mas Rio telah memiliki modal sosial yang dapat menjadi fondasi untuk berkembang lebih luas.

"Pasti, dia sudah punya modal sosial yang tinggi yang lahir dari kerja nyata, bukan dari pencitraan semata," kata Tripitono.

Pandangan serupa disampaikan pengamat politik Universitas Al Azhar sekaligus pendiri Indonesia Political Review, Ujang Komarudin. Menurut Ujang, peta Pilgub Jatim 2029 masih sangat dinamis, namun figur yang memiliki modal politik, pengalaman pemerintahan, dan basis sosial dapat mulai diamati sejak sekarang.

"Kalau membaca peta awal Pilgub Jawa Timur 2029, memang masih sangat dinamis. Tetapi nama-nama yang muncul biasanya tidak jauh dari mereka yang sudah punya modal politik, baik dari partai, kepala daerah, maupun tokoh yang punya basis sosial," ujar Ujang.

Secara khusus, Ujang melihat Mas Rio memiliki kombinasi pengalaman yang menarik antara kepemimpinan daerah dan latar belakang konsultan politik.

"Rio punya modal yang cukup menarik. Dia sekarang punya pengalaman sebagai kepala daerah, sebelumnya juga punya pengalaman di dunia politik dan konsultan politik. Itu kombinasi yang menarik. Dia memahami politik sekaligus sekarang punya kesempatan membuktikan kapasitasnya melalui pemerintahan," katanya.

Namun, Ujang menekankan bahwa modal tersebut perlu dibuktikan melalui kinerja pemerintahan.

"Kalau kinerjanya bagus dan komunikasinya mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas, tentu ruang politiknya bisa berkembang," ujarnya.

Kedua pengamat juga menyoroti faktor kewilayahan Jawa Timur. Tripitono mengatakan Situbondo yang berada di kawasan Tapal Kuda memiliki jejaring sosial dan kultural dengan wilayah sekitarnya. Sementara itu, Ujang mengingatkan bahwa luasnya Jawa Timur membuat seorang figur tidak cukup hanya dikenal di daerah asal.

"Jawa Timur itu wilayahnya besar dan karakter politiknya berbeda-beda. Ada Mataraman, Tapal Kuda, Madura, Arek, Malang Raya dan wilayah lainnya. Basis kewilayahan tetap penting karena seorang calon gubernur tidak cukup hanya dikenal di daerah asalnya. Dia harus bisa memperluas dukungan dan membangun jaringan lintas wilayah," jelas Ujang.

Selain rekam pemerintahan, Ujang menilai komunikasi publik menjadi modal yang semakin penting dalam mempengaruhi perkembangan citra seorang kepala daerah.

"Elektabilitas itu bukan cuma soal kinerja fisik. Bagaimana cara menyampaikan juga penting. Bagaimana seseorang membangun citra itu menjadi bagian dari elektabilitas. Di situ Rio cukup menarik," katanya.

Sementara Tripitono menekankan bahwa seorang kepala daerah yang ingin berkembang ke tingkat provinsi harus terlebih dahulu menunjukkan keberhasilan di daerah yang dipimpinnya.

"Harus punya kerja nyata, kredibel dan berhasil membangun daerah asalnya. Jika hal tersebut sudah terlampaui, maka syarat utamanya telah terpenuhi untuk layak memimpin daerah yang lebih luas atau besar," ujarnya.

Keduanya sepakat bahwa masih terlalu dini menyebut siapa yang akan benar-benar maju pada 2029. Namun, nama Mas Rio mulai muncul dalam pembacaan awal sebagai indikasi bahwa rekam kerja kepala daerah dari kawasan Tapal Kuda mulai mendapat perhatian dalam diskursus politik tingkat provinsi.v

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network