Energi Bersih dan Peta Baru Industri Indonesia

OPINI
Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik Prasetiyono. (Foto : istimewa).

Kemandirian Energi di Tengah Ketidakpastian Global

Ketidakpastian geopolitik membuat pembicaraan mengenai energi terbarukan memiliki makna yang berbeda bagi Indonesia. Perang Rusia-Ukraina memperlihatkan bagaimana ketergantungan pada pasokan energi tertentu dapat menjadi persoalan ekonomi dan keamanan. 

Ketegangan di Timur Tengah kembali mengingatkan betapa besarnya pengaruh jalur perdagangan seperti Selat Hormuz terhadap pasar energi dunia.

Indonesia tentu tidak dapat mengendalikan perang, harga komoditas dunia, atau kebijakan perdagangan negara lain. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi kerentanan terhadap perubahan tersebut.

Di sinilah sumber energi domestik mempunyai nilai strategis. Matahari, air, panas bumi, dan angin tersedia di dalam negeri. Setiap tambahan energi yang dapat dihasilkan secara ekonomis dari sumber domestik memperluas pilihan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energinya dan mengurangi sebagian paparan terhadap volatilitas harga bahan bakar internasional.

Namun, kemandirian energi perlu dibaca dengan saksama. Panel surya, baterai, inverter, perangkat lunak, mineral kritis, dan berbagai komponen jaringan memiliki rantai pasok internasional. Ketergantungan pada bahan bakar impor jangan sampai sekadar bergeser menjadi ketergantungan pada teknologi dan komponen.

Itulah sebabnya kebijakan energi dan kebijakan industri perlu berjalan beriringan. Pasar domestik yang besar untuk teknologi energi surya dan BESS dapat digunakan untuk membangun kemampuan manufaktur, rekayasa, integrasi sistem, perangkat lunak, operasi dan pemeliharaan, serta daur ulang. 

Tidak semuanya harus diproduksi sendiri. Yang penting adalah menentukan kemampuan strategis mana yang perlu dikuasai dan bagian mana yang lebih efisien diperoleh melalui perdagangan serta kerja sama internasional.

Kemandirian energi tidak berarti Indonesia harus memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri atau menutup diri dari perdagangan dunia. Yang diperlukan adalah ketahanan: memiliki lebih banyak pilihan sumber energi, teknologi, dan pasokan saat kondisi global berubah.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network