Bikin Kaget, Cara Bulak Banteng Verifikasi Data Warga Antar Surabaya Masuk 12 Besar Nasional

Arif Ardliyanto
Kelurahan Bulak Banteng Surabaya masuk 12 besar nasional Desa Cantik 2026 berkat inovasi ground check data warga secara door to door. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Sebanyak 26 kepala keluarga menjadi sasaran penanganan dan seluruhnya telah mendapatkan intervensi melalui kolaborasi berbagai pihak.

Penanganan tersebut dilakukan dengan pendekatan pentahelix. Pemerintah, sektor swasta dan masyarakat dilibatkan untuk mencari solusi sesuai kebutuhan warga.

Dukungan antara lain berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), termasuk bantuan dari Buddha Suci, serta keterlibatan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

Metode ground check juga tidak hanya digunakan untuk persoalan rumah tidak layak huni. Kelurahan memanfaatkannya untuk memetakan anak yang berpotensi putus sekolah, pengangguran hingga lansia tunggal.

"Metode serupa juga diterapkan untuk mengidentifikasi anak yang berpotensi putus sekolah, persoalan pengangguran, hingga lansia tunggal. Untuk pengangguran, misalnya, warga diarahkan mendapatkan akses melalui program ASSik Surabaya maupun peluang pekerjaan dari pengembang dan sektor swasta yang memiliki usaha di sekitar Bulak Banteng," jelasnya.

Untuk lansia tunggal, petugas melakukan verifikasi untuk memastikan warga lanjut usia yang tinggal seorang diri dan membutuhkan dukungan benar-benar masuk dalam sasaran intervensi.

Mat Lilla menegaskan kondisi sosial ekonomi masyarakat terus berubah. Sebuah keluarga yang sebelumnya masuk kategori tertentu dapat mengalami perubahan setelah kehilangan pekerjaan, kepala keluarga meninggal, menghadapi persoalan kesehatan atau kehilangan sumber pendapatan.

Karena itu, data warga harus terus diperbarui.

"Data itu dinamis. Kondisi masyarakat bisa berubah karena berbagai faktor. Karena itu, pembaruan dan verifikasi harus terus dilakukan agar kebijakan dan intervensi pemerintah tetap sesuai dengan kondisi warga," ujarnya.

Program Desa Cantik kemudian mendorong Kelurahan Bulak Banteng membangun ekosistem data melalui kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS), perangkat daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, lembaga sosial, sektor swasta hingga organisasi masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga digunakan untuk menangani persoalan sosial. Dalam penanganan anak putus sekolah, misalnya, kelurahan menggandeng organisasi nonpemerintah atau NGO. Sementara sektor swasta turut berkontribusi melalui program CSR.

Bulak Banteng Jadi 12 Terbaik Nasional

Mat Lilla menyebut capaian masuk 12 besar nasional menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat Bulak Banteng.

Wilayah yang berada di kawasan utara dan pesisir Surabaya itu memiliki karakteristik masyarakat yang beragam. Namun, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan yang terus dipertahankan.

"Prestasi ini menjadi motivasi bagi masyarakat. Bulak Banteng berada di kawasan pinggiran dan pesisir, tetapi ternyata mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Ini menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki potensi dan bisa membawa nama baik Kota Surabaya," katanya.

Penguatan sistem informasi juga disiapkan ke depan. Kelurahan akan mengembangkan website, profil kelurahan, infografis hingga monografi.

Informasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi bisa menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi sekaligus potensi wilayah.

BPS Ungkap Tiga Aspek Penilaian Desa Cantik

Kepala BPS Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, mengatakan penilaian Desa Cantik mencakup tiga aspek utama, yakni tata kelola, kapasitas statistik dan manajemen data.

Ketiga aspek tersebut memiliki sejumlah indikator yang digunakan untuk melihat kemampuan desa atau kelurahan dalam mengelola data.

"Pada aspek manajemen data, misalnya, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan data, kualitas data, akses data, pemutakhiran data, dan kebermanfaatan data. Seluruh indikator tersebut menjadi satu kesatuan untuk membangun pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi," kata Arrief.

Menurutnya, data yang dikelola dengan baik menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan pembangunan. Data juga harus digunakan untuk memastikan program memiliki sasaran yang sesuai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

BPS secara berkala memberikan pembinaan dan pendampingan Desa Cantik melalui penguatan literasi statistik, tata kelola serta pemanfaatan data.

Pendampingan juga melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix. Tujuannya agar data tidak berhenti pada tahap tersedia, tetapi digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan.

Arrief menambahkan, praktik yang diterapkan Bulak Banteng berpeluang dikembangkan di wilayah lain. Namun, penerapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kelurahan.

Pendampingan Desa Cantik di Kelurahan Bulak Banteng telah berlangsung sejak Juni 2026. Masuknya Bulak Banteng dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional menjadi hasil dari proses pembinaan dan kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat kualitas data.

"Harapannya, praktik baik ini dapat direplikasi oleh kelurahan lain di Surabaya sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing. Dengan demikian, pemanfaatan data dapat semakin kuat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network