Di sisi lain, anak korban berinisial SM segera memberikan pertolongan. Nimo kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas medis menangani luka robek yang terdapat pada bagian rahang kiri korban. Luka tersebut bahkan harus mendapatkan jahitan.
Namun, kondisi Nimo terus memburuk. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Saat itu kondisi korban terus memburuk dan sekitar 10.00 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia," ujar AKP Eko.
Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Petani di Sampang
Informasi mengenai kejadian tersebut baru diterima anggota Polsek Sokobanah sekitar pukul 13.30 WIB. Polisi kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan sekaligus mengumpulkan bukti terkait peristiwa tersebut.
Di tempat kejadian perkara (TKP), petugas memasang garis polisi dan membuat sketsa lokasi. Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap korban serta meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui kejadian.
Hingga kini, polisi belum menyampaikan secara pasti motif di balik dugaan penganiayaan tersebut.
"Motif di balik dugaan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan," tutur AKP Eko.
Polsek Sokobanah juga berkoordinasi dengan Satreskrim dan tim Identifikasi Polres Sampang untuk mendalami kasus tersebut.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan petani berusia 70 tahun itu meninggal dunia.
"Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku IH guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia," pungkas AKP Eko.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
