Menurut dia, penguatan kemampuan Gateway Surabaya serta penerapan standar keamanan internasional menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan tersebut.
"Kami memastikan pelanggan dapat beroperasi lebih cepat dan lebih percaya diri di pasar internasional," ujarnya.
Surabaya memiliki posisi strategis dalam pergerakan barang dari kawasan Indonesia bagian timur. Jawa Timur juga menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas perdagangan dan manufaktur yang terus berkembang.
Pada 2025, nilai ekspor Jawa Timur tercatat tumbuh sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut memperbesar kebutuhan terhadap jaringan logistik yang mampu menangani pengiriman lintas negara dengan memperhatikan aspek keamanan.
Gateway DHL Express Surabaya menjadi salah satu dari 10 fasilitas DHL di Indonesia yang telah meraih sertifikasi TAPA 'A'. Sertifikasi tersebut berkaitan dengan penerapan standar keamanan dalam pengelolaan fasilitas dan pergerakan barang.
Senior Vice President for Global Security DHL Express Adrian Whelan menegaskan keamanan jaringan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.
"Keamanan jaringan global kami adalah hal yang tidak dapat ditawar," kata Adrian.
Dia menjelaskan, penerapan standar keamanan yang konsisten diperlukan untuk mengurangi potensi risiko terhadap barang sekaligus menjaga ketahanan operasional jaringan logistik.
"Standar keamanan yang konsisten sangat penting untuk membangun kepercayaan, mengurangi risiko, dan mendukung kelancaran pergerakan barang di sepanjang rantai pasok global," ujarnya.
Untuk memperkuat sistem tersebut, DHL Express menyebut telah mengalokasikan investasi global sebesar 250 juta euro untuk pengembangan teknologi serta proses keamanan.
Pencapaian lebih dari 500 fasilitas bersertifikasi TAPA di berbagai negara menunjukkan semakin luasnya penerapan standar keamanan tersebut dalam jaringan DHL Express.
Bagi Surabaya dan Jawa Timur, penguatan keamanan logistik menjadi semakin relevan seiring besarnya peran kawasan ini dalam perdagangan dan manufaktur. Jalur distribusi yang aman dibutuhkan agar peningkatan aktivitas ekspor tidak hanya ditopang oleh kapasitas pengiriman, tetapi juga kemampuan mengantisipasi risiko kejahatan kargo.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
