Musim Hujan di Depan Mata, Warga Lontar Surabaya Desak Pemasangan U-Ditch Segera Dilakukan

Trisna Eka Adhitya
Warga Lontar, Surabaya, meminta pemasangan U-Ditch segera direalisasikan jelang musim hujan. Cak Yebe siap mengawal aspirasi hingga bantuan rutilahu. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Warga Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, mulai mengantisipasi datangnya musim hujan. Salah satu kebutuhan yang mereka soroti adalah pembenahan saluran air melalui pemasangan U-Ditch di sejumlah wilayah RT.

Aspirasi tersebut disampaikan warga kepada Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe saat menggelar reses di titik terakhir, Candi Lontar RT 6 RW 7, Kelurahan Lontar, Kamis (8/10/2026).

Warga mengeluhkan sejumlah usulan pemasangan U-Ditch di wilayah RW 7 yang hingga kini belum terealisasi. Padahal, keberadaan saluran drainase yang memadai dinilai penting untuk menghadapi curah hujan tinggi dan mengurangi potensi persoalan genangan di lingkungan permukiman.

Menanggapi aspirasi tersebut, Cak Yebe meminta pengurus RT dan RW lebih aktif mengawal setiap usulan pembangunan yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Dia juga mendorong agar dokumen usulan yang diajukan warga tidak hanya berhenti di tingkat kelurahan atau kecamatan. Salinan usulan tersebut, kata dia, sebaiknya turut diberikan kepada anggota DPRD dari daerah pemilihan (dapil) setempat.

Langkah itu dinilai penting agar anggota dewan dapat mengetahui kebutuhan warga sekaligus ikut memantau perkembangan usulan hingga masuk tahap pelaksanaan.

“Kalau ada Musrenbang dan menyampaikan usulan terkait infrastruktur dan lainnya, sebisa mungkin memberikan salinan usulan tersebut kepada anggota dewan dapil agar menjadi atensi bagi dewannya untuk mengawal usulan tersebut sampai pada tahapan realisasinya,” ujar Cak Yebe.

Menurutnya, koordinasi antara pengurus lingkungan dengan anggota DPRD menjadi salah satu kunci agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas daftar usulan pembangunan.

Pengawalan juga diperlukan untuk memastikan warga mengetahui perkembangan program yang telah diajukan melalui mekanisme perencanaan pembangunan pemerintah kota.

Dalam reses tersebut, Cak Yebe tidak hanya menerima aspirasi mengenai infrastruktur. Dia juga menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Mustofa.

Rumah tersebut sebelumnya telah diajukan melalui program rutilahu, tetapi sampai saat ini belum mendapatkan realisasi. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu proses perbaikan rumah agar kondisi tempat tinggal menjadi lebih layak.

“Di kesempatan ini saya juga memberikan bantuan tunai sebesar Rp20 juta untuk renovasi rumah tidak layak huni milik Bapak Mustofa yang sempat diajukan melalui program rutilahu dan belum terealisasi,” kata Bendahara DPC Gerindra Kota Surabaya tersebut.

Selain bantuan untuk renovasi rumah, Cak Yebe memberikan bantuan tunai Rp5 juta kepada warga RT 6 RW 7. Dana tersebut akan digunakan sebagai anggaran awal untuk menata lahan fasilitas umum (fasum) di lingkungan setempat.

Rencananya, lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai ruang olahraga bagi warga, termasuk untuk kegiatan senam dan permainan bola voli.

“Bantuan Rp5 juta ini menjadi anggaran awal untuk merapikan tanah fasum yang akan digunakan sebagai sarana olahraga senam warga dan bola voli,” tuturnya.

Cak Yebe berharap keberadaan fasilitas olahraga tersebut nantinya dapat memberikan ruang aktivitas yang mudah dijangkau masyarakat. Selain menunjang kegiatan fisik, pemanfaatan lahan fasum juga diharapkan memperkuat interaksi antarwarga.

Reses di Candi Lontar menjadi momentum bagi Cak Yebe untuk melihat langsung sejumlah kebutuhan masyarakat. Aspirasi mengenai pemasangan U-Ditch, perbaikan rumah tidak layak huni, hingga penataan fasilitas olahraga akan menjadi bahan pengawalan sesuai kewenangan DPRD Surabaya.

“Ya semoga bantuan ini bisa segera dimanfaatkan untuk kebutuhan warga dan memberikan manfaat. Saya juga akan terus mengawal usulan yang disampaikan warga agar bisa ditindaklanjuti sampai terealisasi,” pungkas Cak Yebe.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network