Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG Non Subsidi Aman untuk Warga Surabaya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Pertamina Patra Niaga terus jalankan komitmen perusahaan dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan energi masyarakat, salah satunya LPG, baik subsidi maupun non subsidi. Dalam praktik yang berjalan, Pertamina masif melaksanakan monitoring dan evaluasi penyaluran secara berkala, baik yang dilaksanakan secara internal maupun eksternal dengan melibatkan stakeholder terkait. Hal ini dilaksanakan upaya memastikan stok mencukupi dan LPG digunakan sesuai peruntukannya.
Senin (20/4), beredar informasi masyarakat Kota Surabaya mulai kesulitan mendapatkan LPG non subsidi yang sudah terjadi dua pekan terakhir. Menyikapi keluhan ini, Pertamina Patra Niaga lakukan pengecekan pasokan dan isu distribusi di lapangan termasuk mitigasi lanjutan.
Pertamina Patra Niaga, sebagaimana disampaikan melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan, konsumsi LPG non subsidi sama halnya dengan LPG subsidi mengalami lonjakan konsumsi pasca Idul Fitri lalu.
"Saat ini konsumsi masih tinggi, sehingga stok di agen, _outlet_, dan lainnya lebih cepat habis. Namun, pantauan di SPBE stok masih tersedia," terang Ahad.

Selanjutnya Ahad menyampaikan, sebagai mitigasi masih terjadinya lonjakan permintaan, Pertamina telah berkoordinasi dengan SPBE untuk memastikan kecukupan pasokan dan juga melaksanakan alih suplai dari lokasi terdekat jika diperlukan. Berbeda dengan LPG subsidi yang mana titik distribusi akhir adalah di pangkalan, pada LPG non subsidi distribusi akhir resmi Pertamina berada di agen dan _outlet_.
"Agen pada produk LPG non subsidi bisa menjual langsung produk ke masyarakat, berbeda dengan agen pada LPG subsidi yang bertugas memasok LPG ke pangkalan dan tidak diperbolehkan menjual langsung kepada masyarakat. _Outlet_ pada LPG non subsidi sendiri merupakan perpanjangan tangan agen untuk distribusi langsung kepada masyarakat, dengan harga yang tentunya lebih terjangkau dibandingkan pembelian di level pengecer," tutup Ahad.
Editor : Arif Ardliyanto