Program 3 Juta Rumah Dikebut, KPR dan Perizinan Jadi Sorotan di Jawa Timur

Arif Ardliyanto
BTN dan REI Jawa Timur memperkuat sinergi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pembiayaan KPR, percepatan perumahan, dan digitalisasi layanan. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Percepatan penyediaan rumah layak dan terjangkau masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses pembiayaan hingga kesiapan proyek perumahan. Kolaborasi antara perbankan dan pengembang pun menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas kesempatan masyarakat memiliki hunian.

Persoalan tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur 2026 di Surabaya. Dalam forum ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN memperkuat sinergi dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Jawa Timur untuk mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah.

Kepala Kantor Wilayah BTN Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (JBN), Bagus Hendri Setiawan, mengatakan kerja sama antara perbankan, pengembang, dan pemerintah diperlukan agar penyediaan hunian bisa berjalan lebih efektif serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Bagus, sektor properti juga memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas ekonomi daerah. Karena itu, penguatan industri perumahan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap kegiatan usaha dan penyerapan tenaga kerja.

“Sektor properti memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang sangat besar terhadap perekonomian lokal di Jawa Timur. Melalui Rakerda REI Jatim 2026 ini, BTN hadir tidak hanya sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra strategis para pengembang untuk bersama-sama menjawab tantangan kebutuhan dan backlog perumahan,” ujar Bagus.

Bagus menilai hubungan kerja sama BTN dengan pengembang yang tergabung dalam REI Jawa Timur selama ini telah berjalan dengan baik. Meski demikian, penguatan koordinasi masih diperlukan untuk menghadapi perubahan kondisi industri properti dan kebutuhan hunian masyarakat.

Sejumlah hal yang menjadi perhatian meliputi penyesuaian regulasi, kemudahan akses kredit pemilikan rumah (KPR), percepatan perizinan, serta kesiapan proyek perumahan. Berbagai aspek tersebut dinilai berpengaruh terhadap kelancaran pembangunan dan penyaluran pembiayaan rumah.

Pengembang membutuhkan dukungan pembiayaan serta layanan perbankan yang responsif. Di sisi lain, calon pembeli memerlukan proses pengajuan KPR yang mudah dan cepat, dengan skema cicilan yang sesuai kemampuan finansial.

“Sinergi antara perbankan dan pengembang menjadi sangat penting. Pengembang membutuhkan dukungan pembiayaan dan layanan perbankan yang responsif, sementara masyarakat membutuhkan akses KPR yang mudah, cepat, dan sesuai dengan kemampuan mereka. Di sinilah BTN berupaya mengambil peran sebagai mitra strategis dalam seluruh ekosistem perumahan,” jelas Bagus. 

Dukungan pembiayaan perumahan mencakup dua sisi, yakni penyediaan rumah dan kepemilikan rumah oleh masyarakat. Dari sisi pengembang, BTN menyiapkan dukungan pembiayaan konstruksi serta kredit program perumahan untuk membantu pembangunan unit hunian.

Sementara dari sisi konsumen, pembiayaan diarahkan untuk memperluas akses kepemilikan rumah melalui berbagai skema KPR yang menyesuaikan karakteristik calon debitur.

KPR subsidi menjadi salah satu fokus, khususnya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau. Selain itu, KPR komersial juga dikembangkan untuk menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok, termasuk generasi muda yang ingin memiliki rumah.

Upaya memperluas akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan rumah yang dibangun pengembang. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan dukungan regulasi, kesiapan proyek, serta proses pembiayaan yang berjalan efektif.

Digitalisasi untuk Mempermudah Proses KPR

Selain pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem perumahan. Digitalisasi diharapkan mampu mendukung proses layanan yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh pengembang maupun calon pembeli rumah.

Penerapan teknologi mencakup pengelolaan data, pengajuan pembiayaan, pemantauan proses KPR, hingga pelayanan kepada konsumen. Integrasi proses tersebut diharapkan membantu mengurangi hambatan administrasi dan meningkatkan respons layanan.

BTN juga melihat pemanfaatan teknologi sebagai salah satu bagian dari pengembangan proses bisnis perumahan yang saling terhubung. Dengan demikian, koordinasi antara perbankan, pengembang, dan konsumen diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.

REI Jatim Jadi Ruang Konsolidasi Pengembang

Penguatan kerja sama BTN dan REI Jawa Timur diharapkan tidak hanya berorientasi pada penyaluran kredit, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem perumahan yang terintegrasi.

Kolaborasi tersebut mencakup komunikasi dengan pengembang, pemetaan potensi proyek, perluasan akses pembiayaan, percepatan proses bisnis, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan.

Bagus optimistis sektor properti Jawa Timur masih memiliki peluang untuk tumbuh pada 2026. Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan dengan REI Jawa Timur menjadi salah satu unsur penting untuk mendukung perkembangan sektor perumahan.

“Kami optimistis sektor properti di Jawa Timur pada 2026 dapat terus tumbuh secara positif. Sinergi berkelanjutan bersama DPD REI Jatim akan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem perumahan yang semakin terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Rakerda REI Jawa Timur 2026 diikuti ratusan pengembang dari berbagai daerah di Jawa Timur, pelaku industri properti, serta perwakilan instansi pemerintah. Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk membahas tantangan industri sekaligus merumuskan arah pengembangan sektor perumahan di daerah.

Sinergi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah diharapkan dapat memperkuat upaya penyediaan hunian. Tantangannya adalah memastikan dukungan pembiayaan, kesiapan pembangunan, dan kemudahan proses kepemilikan rumah berjalan seiring agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network