SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 500 pelajar dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di SMA Negeri 17 Surabaya untuk mengikuti Apresiasi dan Kreasi Seni Islam Jilid 8 (Aksi 8), Sabtu (10/10/2026). Ajang ini tidak sekadar menjadi arena perlombaan, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai Islam.
Peserta yang hadir berasal dari sejumlah daerah, tidak hanya Surabaya, tetapi juga Pasuruan dan wilayah lainnya. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kegiatan seni dan keagamaan masih menjadi salah satu pilihan bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri secara positif.
Ketua Seksi Kerohanian Islam (SKI) SMA Negeri 17 Surabaya, Adiyanara Pradana, mengatakan Aksi 8 merupakan penyelenggaraan kedelapan sejak kegiatan tersebut pertama kali digelar. Konsistensi ini menjadi bagian dari upaya pelajar menghadirkan ruang pembelajaran agama melalui pendekatan seni.
“Tujuan kami mengadakan acara ini agar bisa menyebarkan nilai-nilai dan syariat Islam melalui seni, khususnya kepada para pelajar,” ujar Adiyanara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan lima kategori lomba yang menyasar peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Kategori tersebut meliputi banjari tingkat SMP dan SMA sederajat, kaligrafi tingkat SMP, tahfidz Al-Qur'an tingkat SD, serta dai tingkat SMP.
Salah satu perubahan yang dilakukan panitia adalah penambahan lomba dai tingkat SMP. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Aksi hanya menghadirkan tiga kategori lomba.
Penambahan tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum, menyampaikan pesan keagamaan, serta membangun kepercayaan diri melalui kegiatan dakwah.
Sementara itu, lomba banjari, kaligrafi, dan tahfidz Al-Qur'an memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan seni Islami, keterampilan menulis indah, serta kecakapan menghafal ayat-ayat suci.
Melalui beragam kategori tersebut, Aksi 8 berupaya mempertemukan potensi pelajar dalam satu kegiatan yang memadukan kompetisi, kreativitas, dan pembelajaran nilai-nilai agama.
Didukung Kementerian Agama dan Pihak Sekolah
Penyelenggaraan Aksi 8 turut mendapat dukungan dari Kementerian Agama, khususnya melalui penyediaan piala bergilir untuk kategori banjari tingkat SMA/SMK/MA sederajat.
Dukungan juga diberikan oleh SMA Negeri 17 Surabaya sebagai tuan rumah. Kepala SMA Negeri 17 Surabaya, Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa sekolah memberikan ruang dan izin penyelenggaraan, sekaligus memfasilitasi kebutuhan panitia agar kegiatan berlangsung lancar.
Koordinasi antara panitia, pembina, komite sekolah, dan orang tua siswa turut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Zaenal, Aksi 8 diharapkan terus berkembang menjadi salah satu kegiatan unggulan sekolah. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan ini juga dapat mendorong peningkatan prestasi siswa, terutama dalam bidang keagamaan.
“Melalui penyelenggaraan Aksi 8, SMA Negeri 17 Surabaya juga ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang kaligrafi, banjari, dakwah, dan tahfidz Al-Qur'an,” ungkapnya.
Ke depan, penyelenggaraan Aksi diharapkan tidak berhenti pada kompetisi tahunan. Panitia dan pihak sekolah juga membuka peluang pengembangan konsep serta penambahan kategori lomba agar semakin banyak pelajar dapat berpartisipasi.
Dengan konsistensi penyelenggaraan hingga jilid kedelapan, Aksi 8 diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk bertumbuh melalui seni dan kegiatan keagamaan, sekaligus membangun lingkungan pelajar yang kreatif, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai Islam.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
