SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Membiasakan siswa membaca ternyata belum cukup untuk membangun kemampuan literasi yang kuat. Pelajar juga perlu belajar memilah fakta dan hoaks, menguji informasi, serta menyusun kesimpulan berdasarkan bukti. Tantangan inilah yang menjadi perhatian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) saat mengevaluasi penerapan metode GASPOL MEMBACA di SMP Labschool Unesa 3 Surabaya.
Melalui Aksi II Program GASPOL MEMBACA, tim Unesa tidak hanya mendampingi proses pembelajaran, tetapi juga mengamati sejauh mana siswa mampu menerapkan keterampilan membaca kritis di dalam kelas. Perhatian khusus diberikan pada perubahan konsentrasi dan antusiasme siswa selama kegiatan belajar berlangsung.
Pendampingan lanjutan ini dilaksanakan serentak di tiga sekolah, yakni SMP Labschool Unesa 1 Kawung, SMP Labschool Unesa 2 Ketintang, dan SMP Labschool Unesa 3. Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari aksi pertama yang digelar pada Jumat (18/9/2026).
Melalui evaluasi ini, Unesa ingin mengetahui konsistensi penerapan metode GASPOL sekaligus mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru ketika mengajak siswa terlibat aktif dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII, guru Fibetti Khoirum Fitroh, M.Pd., Gr., menghadirkan materi bertajuk Misi Detektif Sains: Fakta atau Hoaks?. Selama 80 menit, siswa diajak menelaah artikel ilmiah populer, menyusun pertanyaan, memeriksa bukti dalam teks, hingga menentukan apakah informasi yang dibaca dapat dipercaya.
Pembelajaran tersebut menggunakan enam tahapan GASPOL yang dirancang untuk melatih siswa membaca secara aktif, kritis, dan sistematis.
Tahap Gali mengajak siswa mengenali pengetahuan awal tentang topik bacaan. Selanjutnya, tahap Ajukan mendorong mereka merumuskan pertanyaan kritis. Pada tahap Sangka, siswa menyusun dugaan awal yang kemudian diuji melalui tahap Pembuktian dengan mencari bukti pendukung dalam teks.
Proses dilanjutkan melalui Olah Makna, yakni menganalisis informasi dan menyusun kesimpulan secara terstruktur. Tahap terakhir, Lakukan Refleksi, mengajak siswa menghubungkan pemahaman dari bacaan dengan pertimbangan dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, siswa tidak berhenti pada kegiatan membaca dan memahami isi teks. Mereka juga dilatih membedakan dugaan dari fakta, memeriksa dasar suatu informasi, serta menyampaikan kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
