Investor Asing Dibidik di Singapura, Jawa Timur Buka Peluang dari Kawasan Industri hingga Proyek AI

Arif Ardliyanto
Ketua Pusat Studi dan Kebijakkan Publik ITS, Dr. Arman Hakim Nasution M Eng dan President Asia Web3 And AI Association Singapura (AWAA) Dr. Anthony Kho. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Berbagai kawasan itu menjadi bagian dari penawaran investasi Jawa Timur, terutama untuk sektor manufaktur, industri, dan energi bersih. Kesiapan infrastruktur serta dukungan ekosistem industri menjadi aspek yang disorot dalam upaya menarik minat pemodal asing.

"Jawa Timur memiliki kesiapan infrastruktur dan ekosistem industri yang sangat solid. Kami siap menyambut para investor global untuk berkolaborasi di berbagai sektor unggulan, mulai dari manufaktur hingga energi bersih," kata Emil.

Tak hanya pemerintah daerah, sejumlah perusahaan nasional juga memperkenalkan proyek yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan investor internasional.

PT Gas Alam Solusi menawarkan proyek di sektor compressed natural gas (CNG), sedangkan PT Agro Investama bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Sementara itu, PT Indonesia Kecerdasan Artifisial Network (I-KAN) membawa peluang pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut menunjukkan beragamnya proyek yang dibawa pelaku usaha Indonesia untuk menjajaki akses pendanaan dan kemitraan di pasar internasional.

Peluang investasi berbasis teknologi juga menjadi pembahasan pada hari kedua forum. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji memperkenalkan Surabaya Science and Techno Park (SSTP) sebagai salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan perusahaan teknologi untuk mengembangkan kegiatan bisnis di Indonesia.

SSTP diarahkan menjadi ruang pengembangan inovasi sekaligus tempat bagi perusahaan teknologi global yang ingin memperluas jangkauan usahanya ke pasar Indonesia melalui Surabaya.

"Surabaya Science and Techno Park dirancang untuk menjadi hub inovasi. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi perusahaan teknologi dunia yang ingin berekspansi ke Indonesia melalui Surabaya," ujar Agus.

Selain menawarkan proyek bisnis, forum tersebut turut membahas alternatif pembiayaan riset perguruan tinggi. Pakar ITS, Dr. Arman Hakim Nasution, memaparkan gagasan Endowment Bond for Indonesian Universities sebagai instrumen pendanaan jangka panjang untuk mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan inovasi.

Tiga Kesepakatan Kerja Sama Ditandatangani

Hasil forum tidak hanya berupa pemaparan peluang investasi. ITS juga menandatangani tiga Letter of Agreement (LoA) dengan mitra internasional, yakni BehNeh, Asia Web3 & AI Association (AWAA), serta 8Hexa Financial.

Di samping itu, pembahasan lanjutan mulai dirintis untuk membentuk Singapore Blockchain Center dan Home of Singapore AI. Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama di bidang blockchain dan kecerdasan buatan.

Penyelenggaraan The 2nd Indonesia Investment Forum 2026 didukung Indonesia Blockchain Center, Sky Ventures Capital, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Melalui pertemuan ini, pelaku usaha Indonesia memiliki ruang untuk memperkenalkan proyek, menjajaki mitra pendanaan, serta membangun hubungan bisnis dengan jaringan investor internasional. Namun, realisasi investasi selanjutnya tetap bergantung pada tindak lanjut kerja sama, kesepakatan bisnis, dan keputusan pendanaan masing-masing pihak.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network