Di sisi lain, kebutuhan bahan baku industri membuka peluang bagi petani garam Madura untuk memperluas penyerapan hasil panen. Muhammad Ishak, bagian purchasing atau pengadaan PT Sumatraco Langgeng Makmur, mengapresiasi kualitas garam yang dihasilkan petani di wilayah tersebut.
Menurut Ishak, kondisi cuaca yang mendukung turut membantu proses produksi. Perusahaan juga menyatakan kesiapan menyerap garam petani dengan mempertimbangkan kebutuhan serta standar kualitas yang ditetapkan.
“Alhamdulillah, saya selaku perwakilan PT Sumatraco sangat mengapresiasi para petani di Madura karena sudah bisa menghasilkan garam dengan kualitas bagus. Kami juga bisa memastikan garamnya akan terambil oleh kami,” kata Ishak.
PT Sumatraco Langgeng Makmur menargetkan pengadaan garam sekitar 50.000 ton. Target tersebut masih berpeluang bertambah, bergantung pada kondisi produksi garam di Madura.
Ishak menjelaskan, mutu garam menjadi salah satu pertimbangan dalam penentuan harga pembelian. Karena itu, petani diharapkan terus meningkatkan kualitas hasil panen agar memiliki peluang memperoleh harga yang lebih baik.
“Harapan kami, khususnya petani binaan, bisa menghasilkan garam dengan kualitas bagus. Dengan kualitas yang bagus, kami juga bisa memberikan harga yang bagus,” ujarnya.
Proses Produksi Garam Diharapkan Lebih dari 20 Hari
Selain memperhatikan kualitas, lama proses produksi juga menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan mutu garam rakyat. Ishak berharap petani dapat memperpanjang masa produksi hingga minimal 20 hari untuk mengoptimalkan hasil panen.
Saat ini, sebagian petani masih menjalankan proses produksi dalam rentang 12 hingga 15 hari. Perpanjangan waktu produksi diharapkan dapat membantu menghasilkan garam dengan kualitas yang sesuai kebutuhan industri.
Ishak menegaskan, harga pembelian yang diterapkan perusahaan mempertimbangkan mutu garam yang dihasilkan petani.
“PT Sumatraco selalu memberikan harga terbaik sesuai dengan kualitas garam yang dihasilkan petani,” katanya.
Bagi petani garam di Madura, peningkatan kualitas dan kepastian penyerapan hasil panen menjadi dua hal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Cuaca yang mendukung menjadi peluang untuk meningkatkan produksi, tetapi kestabilan harga tetap menjadi harapan agar pendapatan petani sebanding dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan.
Dengan target pengadaan puluhan ribu ton dari industri, peningkatan mutu garam rakyat diharapkan dapat memperkuat hubungan antara petani dan pasar industri, sekaligus membuka peluang nilai jual yang lebih baik bagi garam asal Madura.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
