SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penjualan pendingin ruangan atau air conditioner (AC) di Surabaya dan Jawa Timur (Jatim) mengalami peningkatan selama musim kemarau.
Branch Manager Surabaya Midea Electronics Indonesia, Hans Christian, menyebut permintaan produk AC meningkat sekitar 20 hingga 30 persen seiring cuaca yang semakin panas.
Peningkatan permintaan tersebut terlihat dari pesanan konsumen maupun dealer terhadap sejumlah jenis AC. Mulai dari AC split, standing floor, hingga cassette atau AC kaset yang umumnya digunakan untuk kebutuhan komersial.
“Secara persentase, kita bisa naik sampai 20 hingga 30 persen untuk produk AC,” ujar Hans saat kegiatan Local Media Gathering Midea di Surabaya, Jumat (16/10/2026).
Menurut Hans, peningkatan permintaan belum menimbulkan kendala pasokan. Ketersediaan stok masih terjaga karena perusahaan telah memperkirakan kebutuhan pasar untuk beberapa bulan ke depan.
“Untuk stok sejauh ini masih aman karena sebelumnya kita juga sudah melakukan forecast untuk tiga sampai empat bulan ke depan,” katanya.
Dari sisi kapasitas, produk AC dengan daya setengah PK dan satu PK masih menjadi pilihan konsumen yang banyak diminati. Hans menyebut penjualan Midea saat ini masih didominasi kedua kapasitas tersebut.
Ia menjelaskan, kebutuhan pendinginan ruangan perlu disesuaikan dengan kondisi dan ukuran ruangan serta tingkat panas yang dihadapi. Karena itu, pemilihan kapasitas AC menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan konsumen.
Menurut dia, perusahaan juga memberikan rekomendasi kapasitas yang sesuai kepada toko atau dealer agar kemampuan pendinginan produk dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
“Dengan ruangan yang sama, mungkin saat ini setengah PK masih cukup, tetapi ke depannya bisa saja tidak cukup lagi,” ujarnya.
Hans mengatakan, penjualan produk Midea di Surabaya dan sekitarnya sejauh ini berasal dari segmen ritel dan grosir dengan komposisi yang relatif seimbang.
Keduanya menjadi saluran distribusi untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda. Penjualan ritel antara lain dilakukan melalui jaringan toko elektronik. “Sedangkan segmen grosir turut menopang distribusi produk ke pasar,” jelasnya.
Ia menambahkan, Surabaya dan Jatim merupakan pasar penting bagi perusahaan. Kebutuhan konsumen yang terus berkembang menjadi dorongan untuk memperkuat akses terhadap produk dan layanan.
“Kami berharap penguatan jaringan distribusi dan pengenalan inovasi produk dapat mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen di Surabaya dan berbagai wilayah di Jatim,” katanya.
Sementara itu, Head of Marketing Communications Midea Electronics Indonesia, Hafizh Maulana menjelaskan, inovasi menjadi salah satu bagian penting dalam menghadirkan solusi yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen.
“Perkembangan kebutuhan konsumen menjadi salah satu hal yang terus kami perhatikan,” ujarnya.
Sekedar diketahui, pada 2026, Midea Indonesia memiliki fasilitas produksi elektronik dengan luas total lebih dari 200.000 meter persegi. Mencakup fasilitas produksi Air Conditioner (AC), kulkas, dan mesin cuci.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
